Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Diungkap CT
Ada Konglomerat Tidak Tersentuh Pajak, Kok Bisa..?
Kamis, 21 Juli 2022 07:58 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ini yang ngomong Chairul Tanjung. Pasti akurat. Tak mungkin hoaks. Kata konglomerat yang kerap disapa CT itu, ada konglomerat yang kekayaannya bernilai triliunan rupiah, tapi tidak tersentuh oleh pajak. Nah lho, kok bisa ya..? Ayo Pemerintah dan aparat, buru dan kejar konglomerat nakal seperti ini. Jangan didiamkan, kalau perlu seret ke jeruji besi.
Siapa konglomerat yang tak tahu diri dan tak tahu diuntung ini? CT tak mengungkap identitasnya dengan jelas. Namun, CT kasih bocoran sedikit. Si konglomerat ini lebih kaya dari dirinya.
CT membeberkan data ini saat menjadi salah satu narasumber acara puncak perayaan Hari Pajak tahun 2022, di Jakarta, Selasa (19/7). Talkshow yang membahas seputar reformasi di dunia perpajakan itu, menghadirkan tiga narasumber lain yaitu Menteri Keuangan Sri Mulyani, Dirjen Pajak Suryo Utomo, dan mantan Dirjen Pajak Darmin Nasution.
Baca juga : Konglomerat Media AS Rupert Murdoch Digugat Cerai Di Usia 90
Di acara itu, bos CT Corp ini mengingatkan ada sejumlah pekerjaan rumah yang mesti diselesaikan Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Beberapa di antaranya adalah soal transparansi data dan memperluas basis pajak.
Mengawali pemaparannya, CT mengapresiasi reformasi yang dilakukan DJP dalam beberapa tahun terakhir. Dia melihat, sudah ada banyak perubahan terutama dalam proses transparansi dan integrasi data. Menurut CT, perbaikan itu harus terus dilanjutkan, karena masih ada banyak pekerjaan rumah belum diselesaikan, seperti digitalisasi dan memperluas basis pajak.
Menurut CT, kunci reformasi pajak adalah digitalisasi sistem perpajakan. Digitalisasi ini memungkinkan terjadinya lintas informasi. Untuk mengerjakan ini, DJP tak bisa sendirian. Semua kementerian, semua transaksional, harus ter-cross informasinya. "Dengan begitu, akan terjadilah pajak yang proper, yang benar,” kata pengusaha berjuluk si anak singkong ini.
Baca juga : Lukaku Mewek Bahagia
Mantan Menko Perekonomian ini mengaku pernah ikut terlibat dalam proses digitalisasi ini dengan membuat aturan hitam putih. Hanya saja, CT mengakui tak mudah, karena selalu mendapat penolakan. "Maunya abu-abu terus aturan itu. Begitu mau dihitam-putihkan, wah against (perlawanan). Kenapa? Karena kalau abu-abu, peluang makin banyak,” bebernya.
CT menekankan pentingnya digitalisasi agar DJP tak melulu mengejar pajak dari pengusaha yang sudah patuh atau wajib pajak yang sudah ada. Ia mengibaratkan dengan berburu di kebun binatang. Menurut dia, DJP harus mencari sasaran baru dengan memperluas basis pajak, agar penerimaan pajak bisa lebih besar. Soalnya, kalau pengusaha yang itu-itu saja yang diburu, selain hasilnya itu-itu saja juga, bisa bikin pengusaha stres.
"Jangan berburu di kebun binatang saja. Sekali-kali di hutan juga. Karena di kebun binatang, stres juga kita (pengusaha)," selorohnya.
Baca juga : Demokrat Minta Target Pajak 2023 Tak Bebani Rakyat
Menurut CT, digitalisasi ini penting, karena ada banyak pengusaha yang belum tersentuh DJP. Sebagai pengusaha yang berkecimpung di berbagai lini bisnis, CT tahu betul ada pengusaha yang memiliki harta miliaran hingga triliunan rupiah yang berasal dari usahanya, hingga saat ini tidak pernah membayar pajak.
"Kita tahu ada pengusaha-pengusaha yang nggak dikenal orang, usahanya juga nggak pernah diketahui, tapi saya tahu persis karena saya perbankan. Uangnya ratusan miliar dan triliunan. Uang saya dan uang dia, banyakan uang dia, tapi mereka ini belum tersentuh (pajak)," bebernya tanpa menyebut nama pengusaha yang dimaksud.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya