Dark/Light Mode

Ke Depan Kudu Dijadikan Program Nasional

Konversi Kompor LPG Ampuh Tekan Subsidi

Senin, 25 Juli 2022 07:30 WIB
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo. (Foto: Istimewa).
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo. (Foto: Istimewa).

 Sebelumnya 
Namun ia meyakini, upaya tersebut mampu mendorong minat masyarakat untuk mulai beralih menggunakan kompor induksi.

Sebab, biaya yang dikeluarkan meski hanya selisih sedikit, namun manfaat yang didapatkan masyarakat banyak. Tak hanya masyarakat, negara juga dapat manfaat. Yakni, beban impor dan subsidi yang selama ini ditanggung Pemerintah, akan berkurang.

“Harus diberi pemahaman kepada masyarakat, bahwa beban subsidi LPG terlalu besar. Makanya, perlu beralih ke kompor induksi, yang sumber listriknya juga masih besar,” terang Mamit.

Baca juga : PLN Sukses Konversi 1.000 Kompor LPG ke Kompor Induksi

Sebelumnya, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, program konversi kompor akan menyasar masyarakat kelas menengah ke bawah yang biasanya mengkonsumsi LPG bersubsidi.

Sehingga langkah ini diharapkan dapat menekan ketergantungan impor LPG yang tiap tahunnya terus membengkak.

“Konversi kompor ini sudah menjadi amanat Presiden Joko Widodo. Melalui langkah ini, bisa mengurangi beban subsidi di APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) dan memperbaiki neraca keuangan negara,” ujar Darmawan melalui siaran pers, Kamis (21/7).

Baca juga : Mentan Pastikan Peningkatan Produksi Gula Nasional Terus Dilakukan

Ia menjelaskan, pilot project konversi kompor di Solo ini menyasar 1.018 pelanggan. Terdiri dari 542 pelanggan sesuai Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), 458 pelanggan Non DTKS dan 18 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Menurut Darmo, sapaannya, seluruh pelanggan yang tergabung dalam Keluarga Penerima Manfaat (KPM) ini telah mendapatkan bantuan berupa kompor induksi, beserta alat masaknya. Mereka juga diedukasi oleh petugas PLN terkait cara menggunakannya.

“Kami berharap, masyarakat dapat menggunakan kompor induksi ini untuk memasak dengan lebih nyaman dan lebih cepat,” katanya.

Baca juga : Ketahanan Pangan Dan Optimalisasi Lahan Pertanian, Dasar Kementan Perbaiki Tata Kelola Pupuk Subsidi

Selain itu, dalam program ini pihaknya bekerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret (UNS), terkait penyesuaian data KPM.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.