Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Area Konservasi Multi Fungsi, Wujud Nyata Program Keberlanjutan Triputra Agro
Rabu, 3 Agustus 2022 19:02 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG), salah satu Perusahaan Anak TAPG, PT Anugerah Agung Prima Abadi (AAPA) menerima kunjungan dari The Nature Conservancy (TNC) di Area Konservasi Multi Fungsi Hutan Mayong Merapun.
Hutan Mayong Merapun merupakan salah satu Areal Bernilai Konservasi Tinggi yang dikelola oleh AAPA di Desa Merapun, Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.
“Kami sangat senang dengan kunjungan dari TNC untuk melihat kondisi perkebunan dan juga hutan konservasi. Dengan ini, Perseroan dapat menunjukkan komitmennya dalam pelestarian keanekaragaman hayati.” ujar Presiden Direktur Triputra Agro Tjandra Karya Hermanto dalam keterangannya, Rabu (3/8).
Baca juga : Kuasa Hukum Mardani Maming Sebut KPK Sabotase Proses Praperadilan Dengan Terbitkan DPO
Sementara itu Direktur Utama AAPA, Joko Minto Cahyono mengatakan Hutan Mayong Merapun menjadi model/ contoh dalam pengelolaan Kawasan Biodiversity dan juga area konservasi.
"Tidak hanya sebagai areal konservasi flora dan fauna, Hutan Mayong Merapun juga difungsikan sebagai kawasan penelitian dan pendidikan keanekaragaman hayati dan kawasan yang menjadi habitat pelestarian spesies satwa liar," ujarnya.
Perseroan bersama dengan pakar ahli Ekosistem dari Ecology and Conservation for Tropical Studies (ECOSITROP) telah melakukan kajian ilmiah mendalam di 2018 dalam hal membentuk dan mendesain Hutan Mayong Merapun seluas sekitar 600 ha.
Baca juga : Peringati Hari Laut Sedunia, INSIGHT Adakan Program Pelestarian Lingkungan
Hasil kajian tersebut telah menjadikan Kawasan yang kaya nilai Biodiversity dan memiliki fungsi dan manfaat yang beragam.
Sementara Scientific Director ECOSITROP, Yaya Rayadin menjelaskan dengan kedatangan para tamu mancanegara yang juga praktisi konservasi di Hutan Mayong Merapun makin memberikan keyakinan dan semangat kepada kita semua.
"Tindakan konservasi harus merupakan tindakan aksi di lapangan yang dilakukan melalui kolaborasi oleh para pihak, yaitu masyarakat perusahaan, akademisi, non-governmental organization dan praktisi lingkungan," ujar Yaya.
Baca juga : Menteri LHK: Persemaian Rumpin Wujud Nyata Hadapi Perubahan Iklim
Menurutnya saat ini, Kita pada takaran konsep, sudah banyak membangun model konservasi, namun pada takaran implementasi di lapangan tidak banyak model yang dapat dijadikan contoh.
"Ke depannya, saya berharap Hutan Mayong Merapun tidak hanya sebagai konservasi Biodiversity, tetapi juga untuk pengembangan edukasi konservasi yang kemudian bisa direplikasi di konsesi lain," ujar Yaya. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya