Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Dialog Meeting G20
PKT Mampu Tekan Emisi Lebih Dari 435 Ribu Ton Di 2022
Senin, 15 Agustus 2022 10:58 WIB
Sebelumnya
Terakhir, Turn Around Program yakni enggantian katalis yang lebih efisien, pembersihan kimia dan mekanis secara rutin, serta overhaul peralatan rotasi.
Selain ketiga pilar tersebut, sambung dia, pihaknya juga menerapkan sistem Smart Production yang merupakan proses digitalisasi dan integrasi data secara online dan menyeluruh.
Mulai dari monitoring performa pabrik (produksi, konsumsi energi, inventori dan operasional pabrik), kualitas dan stok produk, evaluasi kesehatan dan pemeliharaan aset, kinerja lingkungan, serta dilengkapi dengan sistem alarm.
Baca juga : Ratusan Masyarakat Lebak Dukung Sandiaga Uno Maju Ke Pilpres 2024
"Masing-masing lini ini dilengkapi platform teknologi informasi yang dirancang khusus, terhubung dengan manajemen PKT untuk memudahkan pengambilan keputusan," ujarnya.
Lebih lanjut Hanggara mengatakan, implementasi dari kedua program tersebut membuahkan hasil positif.
Berdasarkan data internal perusahaan, total pengurangan emisi yang terjadi di 2022 tercatat mencapai 436.711 ton, setara dengan emisi yang dikeluarkan 94.937 mobil.
Baca juga : Menteri Arifin Dukung Global Tekan Emisi Karbon Minerba
Selain itu, penghematan energi di 2022 mencapai 5,01 persen dan berhasil menyimpan energi hingga setara 141.000 MMBTU (Million British Thermal Unit) per tahun.
Pihaknya memiliki target untuk mengurangi emisi gas karbon hingga 32,51 persen pada 2030 dan mencapai net zero emission (NZE) di 2060.
Beberapa inovasi hijau yang telah perseroan kembangkan, seperti Pengolahan limbah plastik PET (Polyethylene terephthalate) yang dibuat menjadi bahan Green Asphalt, juga penerapan PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) untuk memenuhi kebutuhan energi kantor pusat PKT.
Baca juga : Tito Paparkan Target Ambisius Kemendagri Tahun 2023
"Ke depannya, kami berharap praktik-praktik ini dapat memberikan dampak keberlanjutan dan multiplier effect positif, baik bagi perusahaan, masyarakat sekitar, maupun negara," pungkas Hanggara. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya