Dewan Pers

Dark/Light Mode

Harga Telur Sering Fluktuaktif

BUMN Pangan Didorong Garap Bisnis Perunggasan

Minggu, 28 Agustus 2022 07:30 WIB
Direktur Utama Holding Pangan ID Food, Frans Marganda Tambunan. (Foto: KBUMN).
Direktur Utama Holding Pangan ID Food, Frans Marganda Tambunan. (Foto: KBUMN).

RM.id  Rakyat Merdeka - Holding BUMN (Badan Usaha Milik Negara) Pangan, ID Food, dan Perum Bulog diharapkan terjun memperbaiki ekosistem industri perunggasan. Ke depan, kehadiran perusahaan pelat merah diharapkan bisa menciptakan stabilitas harga telur.

Pengamat ekonomi politik pangan Khudori menilai, kedua BUMN sektor pangan sebenarnya bisa berkolaborasi dengan Badan Pangan Nasional dalam menjaga stabilitas harga komoditas pangan, termasuk telur. Meskipun telur bukan bagian dari komoditas yang ditugaskan ke BUMN.

“BUMN sektor pangan ini bisa sama-sama membentuk ekosistem yang lebih baik lagi ke depannya, untuk industri perunggasan ini,” ujar Khudori saat dihubungi Rakyat Merdeka, kemarin.

Berita Terkait : Gelar `Hari Keberlanjutan`, Maybank Dorong Praktik Bisnis Keberlanjutan Di Semua Sektor Usaha

Ia menjelaskan, 98 persen hasil produksi telur selama ini diusahakan oleh peternak kecil atau mandiri.

Sehingga ketika terjadi pandemi Covid-19, banyak peternakan yang tidak sanggup bertahan, hingga akhirnya bangkrut dan menutup usaha.

Kini, seiring dengan mulai pulihnya perekonomian, daya beli masyarakat membaik dan dunia usaha ikut bangkit, terjadi peningkatan permintaan atas komoditas telur, yang tidak diimbangi dengan hasil produksi.

Berita Terkait : Harga Telur Naik, Pak Mendag Diomongin Netizen

“Makanya, harga telur pun ikut naik. Di tengah kondisi ini, tentu dibutuhkan intervensi dari Pemerintah, untuk menjaga agar harga telur di konsumen tidak terlalu tinggi, namun harga di peternak atau produsen juga tidak terlalu jatuh,” ungkapnya.

Pasalnya, para produsen dan peternak telur juga sempat mengalami anjloknya harga telur. Dan menanggung rugi yang berkepanjangan, akibat pandemi.

Karenanya, ID Food maupun Bulog seharusnya bisa sedini mungkin dilibatkan untuk turut memperbaiki ekosistem pangan tersebut.

Berita Terkait : Puan Ingatkan Pemerintah Siapkan Rencana Cadangan Hadapi Krisis Pertalite

Di samping itu, Pemerintah harus mengatasi masalah pakan ternak, seperti jagung. Mengingat harga pakan berkontribusi sangat besar terhadap biaya produksi peternakan.

“Kalau ini bisa diatasi, maka harga telur pun bisa turun. Namun, tetap harus diimbangi antara kebutuhan dengan jumlah produksinya,” jelasnya.
 Selanjutnya