Dewan Pers

Dark/Light Mode

Holding Perkebunan Nusantara PTPN III Bakal Revitalisasi Industri Gula Nasional

Kamis, 13 Oktober 2022 15:52 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir saat kick off Revitalisasi Industri Gula Nasional untuk Ketahanan Pangan dan Energi, di Mojokerto, Jawa Timur, Senin (10/10). (Foto: Istimewa)
Menteri BUMN Erick Thohir saat kick off Revitalisasi Industri Gula Nasional untuk Ketahanan Pangan dan Energi, di Mojokerto, Jawa Timur, Senin (10/10). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah kepemimpinan Erick Thohir, terus bertransformasi. Setidaknya, ada lima transformasi di BUMN yang menjadi fokus utama: digitalisasi, energi terbarukan, industri pertambangan, pariwisata, dan pangan.

Ketahanan pangan dan energi merupakan salah satu pilar utama dalam tercapainya Indonesia Emas 2045. Sebagaimana disampaikan Presiden Joko Widodo dalam berbagai kesempatan, bahwa kedaulatan pangan dan energi adalah problem utama dan akan menjadi tantangan besar yang harus dihadapi dunia.

Dalam rapat terbatas beberapa waktu lalu, Presiden memberikan mandat kepada Kementerian BUMN, melalui Holding Perkebunan Nusantara untuk melaksanakan percepatan swasembada gula nasional dan dengan Pertamina untuk mendukung ketahanan energi.

Presiden memerintahkan jajarannya untuk menyiapkan langkah, memperkuat pemenuhan gula konsumsi, yang juga dilakukan dalam rangka pemenuhan kebutuhan dan peningkatan produksi bioethanol.

Berita Terkait : Terima Gubernur Lemhannas, Ketua MPR Bahas Antisipasi Krisis Global

Upaya penguatan ketahanan pangan dan energi, dilakukan Kementerian BUMN melalui Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) untuk melakukan transformasi pangan. Langkah yang dilakukan, salah satunya dengan melakukan restrukturisasi menyeluruh terhadap bisnis gula PTPN Group.

Hal itu diharapkan akan mendukung percepatan swasembada gula untuk kedaulatan pangan, serta mendorong terwujudnya energi baru terbarukan (EBT).

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, salah satu program prioritas Pemerintah selalu menekankan pembangunan ekosistem. Indonesia harus mengatasi ketergantungan terhadap rantai pasok dunia, khususnya untuk sektor pangan dan energi.

"Pak Presiden selalu mendorong agar ada solusi. Karena itu kita sekarang terus mendorong bagaimana hilirisasi industri gula ini sudah menjadi kenyataan dan bukan hanya sekadar rencana," ujar Erick, dalam Kick off Revitalisasi Industri Gula Nasional untuk Ketahanan Pangan dan Energi, di Mojokerto, Jawa Timur, Senin (10/10).

Berita Terkait : ESB Genjot Digitalisasi UMKM Kota Solo

Acara tersebut dihadiri Menteri ESDM Arifin Tasrif, Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh, Anggota VII BPK Hendra Susanto, Wakil Menteri BUMN I Pahala Mansury, Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III Mohammad Abdul Ghani, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati, dan Bupati Kabupaten Mojokerto Ikfina Fatmawati.

Peresmian tersebut, menandai dimulainya penataan organisasi PTPN Group melalui pembentukan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) yang akan berperan besar dalam mendukung ketahanan pangan dan energi.

"Pembentukan PT SGN ini membuktikan bahwa BUMN siap membangun ekosistem bisnis di tengah ketidakpastian industri pangan dan global," ujarnya.

Erick menyampaikan, transformasi dari Holding Perkebunan Nusantara sejatinya sudah berjalan dengan baik. Pembentukan PT Sinergi Gula Nusantara (SugarCo), PT Sinergi Sawit Nusantara (PalmCo), dan PT Aset Manajemen Nusantara (SupportingCo), kata Erick, merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional yang terus dikawal pemerintah.

Berita Terkait : Gandeng Kampus, BUMN Pertajam Riset Dan Inovasi Industri Nasional

"Ini merupakan komitmen dari negara untuk memastikan bahwa ketiga proyek tersebut dapat berjalan dengan baik," tandasnya.
 Selanjutnya