Dark/Light Mode

Bulog Didorong Perkuat Cadangan

Harga Beras Diramal Terus Merangkak Naik

Sabtu, 15 Oktober 2022 07:30 WIB
Ilustrasi. (Foto: dok. Antara).
Ilustrasi. (Foto: dok. Antara).

 Sebelumnya 
“Petani tentu sangat bersyukur dengan harga gabah saat ini. Karena, sudah lama menderita. HPP rendah, petani jadi rugi kalau menanam padi,” akunya.

Hanya saja, bagi Pemerintah, kenaikan harga gabah di beberapa sentra produksi padi saat ini, dirasa tidak wajar.

“Kita masih punya musim paceklik di November-Februari. Musim paceklik itu, antara produksi dan konsumsi jomplang. Pemerintah memang harus bersiap-siap menghadapi ini. Ada potensi harga beras masih akan terus naik,” warning-nya.

Baca juga : Holding Perkebunan Nusantara PTPN III Bakal Revitalisasi Industri Gula Nasional

Ia berharap, Pemerintah ke depan bisa melakukan penyesuaian HPP di tengah situasi saat ini. Serta meningkatkan serapan CBP oleh Bulog atau pun perusahaan BUMN pangan lainnya.

Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Hasran mengungkapkan, berdasarkan data Indeks Bulanan Rumah Tangga (Indeks Bu RT) CIPS menyebut, rata-rata harga beras di supermarket di Jakarta tidak mengalami perubahan dari harga Agustus 2022, yang masih Rp 12.800 per kg.

Namun jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, harga tersebut mengalami kenaikan sebesar 4,98 persen.

Baca juga : Si Nyoya Tua Merana

“Kenaikan harga diduga terjadi karena meningkatnya permintaan dan berkurangnya pasokan beras,” kata Hasran kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Dia menyebut, cadangan beras di tingkat nasional pada pekan keempat September 2022 mencapai 6,8 juta ton.

Ia memperkirakan, stok sebanyak ini hanya mampu bertahan selama 81 hari, dengan asumsi pemakaian stok beras mencapai 84.330 ton per hari. Sedangkan, musim panen baru akan terjadi pada Februari. Sehingga masih ada permintaan beras selama sebulan yang harus dipenuhi.

Baca juga : Peluang KIB Usung Pasangan Ganjar-Airlangga Masih Terbuka Lebar

Padahal, dalam waktu tiga bulan ke depan Indonesia akan merayakan pergantian tahun dan Hari Raya Natal. Artinya, akan ada permintaan beras yang tinggi, namun cadangan beras yang menipis. “Ini sudah pasti akan terus menyebabkan kenaikan harga,” imbuhnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.