Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Bulog Didorong Perkuat Cadangan
Harga Beras Diramal Terus Merangkak Naik
Sabtu, 15 Oktober 2022 07:30 WIB
Sebelumnya
Sebelumnya, Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso memastikan pihaknya sebagai buffer stock CBP menjamin kebutuhan beras tersedia di masyarakat dengan harga terjangkau, walau di pasaran terjadi sedikit kenaikan harga.
“Masyarakat jangan khawatir, Bulog punya stok beras yang cukup untuk program Operasi Pasar (OP). Kami melakukan pemantauan harga dan melibatkan semua stakeholder, termasuk Satgas Pangan,” ujar Budi Waseso di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur, Senin (3/10).
Baca juga : Holding Perkebunan Nusantara PTPN III Bakal Revitalisasi Industri Gula Nasional
Buwas, sapaan akrabnya, menyinggung, bahwa kenaikan harga beras tak hanya disebabkan gangguan produksi di tingkat petani. Tapi juga masuknya sejumlah pihak swasta ke industri beras yang mulai berkembang. Sehingga, swasta menguasai pasar dan mengendalikan harga.
Hal ini membuat Bulog kalah bersaing dengan swasta yang leluasa bergerak. Mulai dari pembelian gabah dan beras, hingga persoalan berebut alat angkutan dengan perusahaan swasta tersebut.
Baca juga : Si Nyoya Tua Merana
Padahal, dalam memenuhi CPB, pihaknya mengikuti aturan batasan harga pembelian atau HPP. Sedangkan pihak swasta hingga saat ini bergerak bebas tanpa dibatasi aturan.
“Mereka bisa bebas, sedangkan negara (Bulog) dibatasi. Sekarang, rebutan alat angkutnya oleh swasta, kami kalah juga, tidak ada kemampuan,” curhat Buwas, sapaan Budi Waseso.
Baca juga : Peluang KIB Usung Pasangan Ganjar-Airlangga Masih Terbuka Lebar
Oleh sebab itu, mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) ini meminta Satuan Tugas (Satgas) Pangan untuk bergerak dan mengawasi perusahaan swasta yang memproduksi beras tersebut. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya