Dewan Pers

Dark/Light Mode

ADB Dan Indonesia Sepakat Suntik Mati Pembangkit Listrik Batu Bara

Selasa, 15 November 2022 00:11 WIB
Ilustrasi PLTU Batu Bara. (Foto: Ist)
Ilustrasi PLTU Batu Bara. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Asian Development Bank (ADB) bersama para mitra penting di Indonesia menyepakati pengakhiran masa operasional pembangkit tenaga listrik batu bara pertama yang dimiliki Independent Power Producer (IPP) di bawah mekanisme Transisi Energi (Energy Transition Mechanism/ETM) dari ADB.

Acara yang berlangsung di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali, dihadiri Presiden ADB Masatsugu Asakawa, Presiden Direktur Cirebon Electric Power (CEP) Hisahiro Takeuchi, Presiden Direktur PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo, dan CEO Otoritas Investasi Indonesia (INA) Ridha D M Wirakusumah.

Diketahui, MoU tersebut menyepakati hal-hal terperinci terkait mempercepat pengakhiran masa operasional Cirebon-1, pembangkit listrik berkapasitas 660 megawatt yang dimiliki oleh CEP di Jawa Barat.

Transaksi yang direncanakan tersebut, bertujuan mencapai penyerapan emisi CO2 secara signifikan melalui model yang dapat direplikasi dan dapat diterapkan ke IPP lainnya di Indonesia, di wilayah Asia dan Pasifik lainnya, serta di belahan dunia lain.

Berita Terkait : Tanpa Jojo Dan Ginting, Indonesia Siap Juara Di Australia Terbuka

Setelah tercapainya kesepakatan definitif di antara para pihak, diharapkan ADB akan memberikan fasilitas percepatan pengakhiran masa operasional dalam bentuk utang senior. Dengan syarat perjanjian tenor jual beli listrik antara CEP dengan PLN akan diperpendek.

“MOU dengan para mitra terpercaya kami di Indonesia merupakan momen bersejarah bagi mekanisme Transisi Energi (ETM) ADB dan transisi energi bersih yang akan membantu kemajuannya,” ujar Asakawa dalam keterangannya, Senin (14/11).

Ia melanjutkan, sebagai iklim bank di Asia dan Pasifik, ADB bangga dapat mengungkapkan kelemahan pendekatan ini, yang didukung oleh kepemimpinan luar biasa dari Indonesia.

“Kami mendorong pemangku kepentingan keuangan lainnya untuk ikut serta dalam transisi energi yang adil dan terjangkau di Indonesia, serta di seluruh wilayah Asia dan Pasifik,” tuturnya.

Berita Terkait : BDx Indonesia Bangun Pembangunan Data Center Campus 100MW Di Karawang

Sementara Takeuchi mengatakan, ETM memberikan pendekatan inovatif bagi perusahaan seperti CEP, agar dapat bertransisi dari batu bara ke energi bersih, sambil menyediakan listrik yang andal dan terjangkau bagi infrastruktur energi Indonesia.

“MoU ini merupakan langkah maju yang besar bagi Indonesia dan kami bangga dapat bekerja sama dengan Asian Development Bank dan INA,” ucap Takeuchi.

Darmawan Prasodjo menambahkan, PLN berkomitmen menjadi pemimpin dalam transisi energi di Indonesia menuju nol emisi karbon (net zero emission) secara adil dan terjangkau.

“Komitmen PLN pada energi bersih dan untuk menjalankan ETM bersama IPP seperti CEP, dapat sangat mempercepat transisi energi,” ungkap Darmawan.

Berita Terkait : Diinisiasi Bakels Indonesia, Replika Gatotkaca Tertinggi Raih Penghargaan MURI

Senada, Ridha DM Wirakusumah menuturkan, peran INA adalah membantu tercapainya pembangunan berkelanjutan di Indonesia dan untuk membangun kekayaan bagi generasi masa depan Indonesia. “Kemampuan INA untuk mengimbangi mitra-mitra lainnya dengan ekuitas dapat menjadi pelengkap rangkaian perangkat keuangan guna membantu meningkatkan skala kegiatan ETM di Indonesia,” katanya.

ETM merupakan program transformatif yang bersifat regional dengan program blended-finance, yang berupaya mempercepat jadwal pensiun pembangkit listrik tenaga batu bara yang ada, kemudian menggantikannya dengan kapasitas pembangkitan listrik yang bersih.

ETM adalah salah satu komponen dari kumpulan prakarsa yang lebih besar secara domestik dan multilateral, yang bertujuan membantu Asia dan Pasifik memitigasi dampak terburuk perubahan iklim. Seperti kenaikan permukaan air laut yang ekstrem dan peristiwa cuaca yang destruktif.

MOU tersebut ditandatangani saat Indonesia meluncurkan Indonesia ETM Country Platform, sebuah kerangka pembiayaan dan investasi pemerintah yang akan mendanai dan mengelola kegiatan transisi energi Indonesia. ADB juga telah menandatangani MoU tambahan dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI untuk memberikan dukungan, termasuk sumber daya staf dan peningkatan kapasitas bagi platform tersebut.