Dewan Pers

Dark/Light Mode

HLN Ke-77 Bakal Bahas Tindak Lanjut G20 Untuk Ketenagalistrikan

Selasa, 15 November 2022 11:25 WIB
Diskusi virtual Hari Listrik Nasional atau HLN ke-77 tahun 2022. (Foto: Ist)
Diskusi virtual Hari Listrik Nasional atau HLN ke-77 tahun 2022. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) berencana menggelar acara Hari Listrik Nasional atau HLN ke-77 tahun 2022.

Acara tersebut nantinya akan berisi tentang Seminar dan Pameran Industri Ketenagalistrikan di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, pada 29-30 November 2022.

Ketua Panitia HLN ke-77, Noesita Indriani mengatakan, dengan tema 'Pasca-KTT G20: Peta Jalan Transisi Energi Untuk Mencapai NZE Tahun 2060', pelaksanaan HLN ke-77 setelah G20 ini diharapkan dapat memberikan banyak informasi tentang hasil pertemuan G20. Terutama tindak lanjut sektor ketenagalistrikan. pasca G20.

"Terutama dengan fokus pada sektor energi, khususnya subsektor kelistrikan," kata Noesita dalam diskusi virtual, dikutip Selasa (15/11).

Berita Terkait : Perpusnas Beri Penghargaan Untuk 9 Penulis Terbaik

Dia memastikan, acara ini bakal dihadiri 300 peserta dari berbagai industri ketenagalistrikan, dan lebih dari 30 peneliti dan ahli di sektor energi dan ketenagalistrikan baik nasional maupun internasional. 

Semuanya akan berbagi informasi, pengetahuan, dan teknologi terkini, serta lebih dari 30 exhibitor akan memamerkan teknologi-teknologi terakhir terkait Transisi Energi.

"Di antaranya adalah, Advance VRE technology, Hydrogen, nuclear, flexible power plant, decarbonization, digital technology, dan lain sebagainya," ujarnya.

Ketua Umum MKI, Wiluyo Kusdwiharto menjelaskan, dengan mengusung Sub-Tema 'Memanfaatkan Teknologi Dekarbonisasi yang Fleksibel Untuk Stabilitas Grid', peringatan HLN ke-77 ini dapat memberi penegasan bahwa Indonesia memiliki dua pekerjaaan rumah dalam rangka transisi energi Indonesia menuju NZE 2060.

Berita Terkait : Daftarkan Tubuh Untuk Penelitian

"Keduanya yaitu pengembangan/pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT), dan Energi nir karbon lainnya yang masif dan Dekarbonisasi pada PLTU eksisting," kata Wiluyo.

Penyelenggaraan HLN ke-77 oleh MKI adalah kelanjutan dari HLN-HLN sebanyak 10 kali sebelumnya, yang dilaksanakan dengan sukses dan akan menjadi forum terkemuka bertaraf internasional bagi para pelaku industri tenaga listrik nasional dan regional Asia.

"HLN ke-77 ini juga merupakan HLN pertama yang dilakukan secara langsung, setelah dua kali sebelumnya dilaksanakan secara online karena pandemi Covid-19. Kami juga menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah mendukung penyelenggaraan HLN ke-77 ini," paparnya.

Diketahui, MKI merupakan forum komunikasi, koordinasi, dan konsultasi semua pemangku kepentingan di sektor tenaga listrik Indonesia. MKI yang didirikan pada tahun 1998 adalah organisasi nirlaba dan secara aktif terlibat dalam merumuskan opini dan ide tentang bagaimana mengembangkan dan memperluas sektor ketenagalistrikan di Indonesia, baik di tingkat nasional maupun internasional, untuk menciptakan sistem yang seutuhnya mandiri. Anggota MKI berasal dari seluruh mata rantai industri tenaga listrik.

Berita Terkait : Prabowo Berikan Beasiswa Untuk Anak Muda Palestina

Sementara sejarah tenaga listrik di Indonesia mengalir seiring dengan gelombang perjuangan rakyat. Pada 27 Oktober 1945 dikenal sebagai Hari Listrik dan Gas, dan diperingati untuk pertama kalinya pada 27 Oktober 1946, di Gedung Badan Pekerja Komite Nasional (BPKNP), Yogyakarta. Mengingat pentingnya listrik, berdasarkan Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi No. 1134.K/ 43.PE/1992 pada 31 Agustus 1992 menetapkan 27 Oktober sebagai Hari Listrik Nasional.