Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Pengembang Dan Perbankan Optimis Pasar Properti Tumbuh Di 2023
Rabu, 30 November 2022 16:08 WIB
Sebelumnya
Lebih lanjut Hari Ganie mengatakan, REI akan terus mendorong pemerintah agar kembali memberikan berbagai stimulus untuk mendorong industri properti di tengah semakin banyaknya tekanan.
Seperti pemberian kembali insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) 100 persen yang terbukti efektif meningkatkan daya beli masyarakat. Hal yang sama dikatakan Aldo Daniel, Managing Director Synthesis Huis.
Pihaknya tidak terlalu khawatir kenaikan suku bunga KPR akan menganggu minat pembeli di Synthesis Huis. Hal itu disebabkan mayoritas pembeli atau di proyek hunian tersebut adalah pengguna akhir (end user) dan pembeli rumah pertama (first home buyers). Kelompok di pasar ini biasanya membeli rumah karena kebutuhan.
“Rumah adalah kebutuhan. Setiap saat ada orang yang menikah dan mereka pasti membutuhkan rumah untuk keluarganya. Jadi kami yakin pasar residensial tetap bergerak meski pun bunga KPR naik,” jelasnya.
Baca juga : PPP Lapor PDI Perjuangan, Ingin Ganjar Pranowo Jadi Capres 2024
Selain itu, Synthesis Huis menargetkan segmen kelas menengah atas dengan harga jual mulai Rp1 miliar per unit sehingga mayoritas pembeli atau sekitar 60 persen membeli secara tunai bertahap serta sisanya tunai dan KPR.
Pengembang juga selalu aktif melakukan promo termasuk subsidi bunga. Pihak perbankkan pun optimis, tahun depan penyaluran KPR akan terus naik.
Praka Mulia Agung, Group Head Consumer Financing Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI mengatakan, tahun 2022 pertumbuhan penyaluran KPR BSI sebesar 14 persen dan tahun 2023 mendatang ditargetkan tumbuh 16-18 persen.
“Jika melihat ke belakang, sektor properti tahan tekanan dan terus tumbuh, bahkan saat puncak pandemi Covid-19. Di masa sulit ada peluang. Harapan itu ada dan kami yakin pemerintah akan terus terus menjaga perekonomian tetap tumbuh,” ujar Praka.
Baca juga : Semakin Tangguh Dan Optimis, Kredit Mikro BRI Tumbuh 14,12 Persen
Menurutnya potensi kredit perumahan syariah masih sangat besar dan akan semakin digarap oleh BSI. BSI, kata Praka, selama ini banyak membiayai rumah pertama yang dibeli end user seharga di bawah Rp1 miliar di Jabodetabek.
“Kami juga akan menggarap potensi di luar daerah yang sangat besar dengan menawarkan program-program yang menarik. BSI memiliki struktur dana yang baik sehingga bisa kompetitif di pasar,” ujar Praka.
Moh. Yut Penta, Kepala DIvisi Subsidized Mortgage Lending Division PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN mengakui bahwa terjadi tekanan terhadap ekonomi nasional sejak pandemi berlangsung, namun sektor properti masih tergolong resilient jika dibanding dengan sektor bisnis lain. Pertumbuhan sektor perumahan memang tidak tinggi, tetapi tetap stabil. Jika dilihat dari kelas, pola ini hampir sama dengan sektor lain.
“Pada saat ekonomi turun, kelas menengah dan atas turun paling dalam. Justru kelas menengah ke bawah yang tetap stabil. Hal lain yang membuat pasar perumahan menengah ke bawah tetap stabil adalah tingkat backlog yang lebih banyak di kelas menengah bawah,”ujarnya.
Baca juga : Rieke Gigih Perjuangkan Data Desa Presisi
Ari Indiastomo Head of Consumer PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BRI mengatakan, BRI melakukan beberapa inovasi di sektor KPR berdasarkan pada kebutuhan konsumen (consumer centric). Salah satunya KPR yang menyasar generasi milenial dengan suku bunga 2,87 persen fix satu tahun atau 4,97 persen fix 2 tahun.
“Agar konsumen tertarik, Bank BRI memberikan harga khusus, bunga khusus, dan gimmick khusus. Di 2022 ini, realisasi KPR Bank BRI tumbuh 10,5 persen. Meski di masa pandemi pun, KPR Bank BRI tetap mengalami pertumbuhan," pungkas Ari. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya