Dark/Light Mode

Quick Count by Litbang Kompas
Anies & Muhaimin
%
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
%
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
%
Ganjar & Mahfud
Waktu |

Hari Disabilitas Dunia, Telkom Sediakan Tempat Kerja Inklusif

Senin, 5 Desember 2022 21:45 WIB
Pelaksanaan program pelatihan TIK bagi disabilitas yang dilaksanakan di SMK Telkom.
Pelaksanaan program pelatihan TIK bagi disabilitas yang dilaksanakan di SMK Telkom.

RM.id  Rakyat Merdeka - Telkom sebagai perusahaan digital telco telah banyak berperan dalam memberikan program terkait pemberdayaan, perlindungan, dan pemenuhan hak  penyandang disabilitas di lingkungan kerja.

Salah satumya, menyediakan tempat kerja inklusif dan ramah bagi penyandang disabilitas.  Setidaknya, terdapat 80 karyawan disabilitas yang telah menjadi bagian dari TelkomGroup, dengan terdiri dari tuna daksa, tuna rungu, tuna netra, dan tuna wicara. 

Telkom yakin bahwa penyandang disabilitas memiliki potensi yang sama baiknya apabila perusahaan dapat menyediakan instrumen terbaik untuk mengasah kemampuan mereka. 

Maka itu, selain memiliki sarana dan fasilitas yang ramah disabilitas, Telkom turut menyediakan kanal rekrutasi untuk disabilitas dan memastikan learning curve yang baik dengan inisiasi program pengembangan talenta khusus untuk penyandang disabilitas.

Baca juga : Tyson Ngebet Satukan 4 Gelar Kelas Berat

Direktur Human Capital Management Telkom, Afriwandi berharap melalui program yang telah dijalankan, dapat mengembangkan digital talent masa depan dari penyandang disabilitas untuk dapat memberikan kontribusi terbaik untuk bangsa. 

“Pelaksanaan program-program serta penyediaan lingkungan kerja yang ramah disabilitas akan senantiasa menjadi perhatian Telkom dalam mewujudkan perusahaan yang inklusif,” ujar Afriwandi memperingati Hari Disabilitas Internasional 2022 tahun ini dengam tema “Transformative Solutions for Inclusive Development: The Role of Innovation in Fuelling an Accessible and Equitable World,” dalam keterangannya, Senin (5/12) 

Ke depannya, lanjut dia, Telkom akan terus bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk membuka ruang lebih yang lebih lebar dalam meningkatkan partisipasi serta kontribusi penyandang disabilitas bagi mendukung kemajuan perusahaan.

“ Telkom yakin bahwa penyandang disabilitas memiliki potensi yang sama baiknya apabila perusahaan dapat menyediakan instrumen terbaik untuk mengasah kemampuan mereka. Ini wujud nyata Telkom dalam merangkul penyandang disabilitas dengan beragam program .,” pungkasnya.

Baca juga : Bekuk Amerika Serikat, Pelatih Belanda Pede Juara

Sebagai informasi, Telkom turut menyediakan kanal rekrutasi untuk disabilitas dan memastikan learning curve yang baik dengan inisiasi program pengembangan talenta khusus untuk penyandang disabilitas. 

Kemudian program bahasa isyarat melalui aplikasi I Can Hear And Talk (I-Chat). Inovasi ini telah dikembangkan sejak tahun 2010 lalu sebagai sarana pembelajaran bahasa isyarat bagi para difabel tunarungu (tidak dapat mendengar) maupun difabel atau masyarakat umum yang juga ingin mempelajari bahasa isyarat. 

Hadirnya aplikasi I-Chat mengubah cara konvensional dalam pembelajaran bahasa isyarat menjadi cara modern dengan memanfaatkan keunggulan teknologi IT. 

Dengan ini, pembelajaran bahasa isyarat dapat dilakukan dengan mudah dimanapun, kapanpun, dan oleh siapapun. Aplikasi ini telah disosialisasikan ke banyak kota besar di Indonesia dan kepada Sekolah Luar Biasa (SLB-B) disertai dengan pemberian bantuan komputer kepada beberapa SLB-B terpilih.

Baca juga : Bale Tak Punya Niatan Pensiun

Ketiga, Program Broadband Learning Centre for Disability (BLC-D). Digagas oleh Komunitas Mata Hati (KMH), Telkom wilayah Regional 5 (Area Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara) senantiasa merealisasikan inisiatif BLC-D untuk membantu penyandang disabilitas agar dapat merasakan layanan digital sebagai dalam proses pembelajaran. 

Program ini merupakan fasilitas broadband internet menggunakan layanan IndiHome berkecepatan tinggi yang disediakan pada tempat khusus. Sarana yang disediakan digunakan oleh masyarakat difabel untuk dapat memanfaatkan layanan internet dan fitur-fitur digital sekaligus bersosialisasi.

Selanjutnya, adalah program pemberdayaan berupa pelatihan TIK bagi penyandang disabilitas. Program ini sangat penting untuk meningkatkan kompetensi para generasi muda penyandang disabilitas untuk dapat dimanfaatkan untuk menggali potensi yang produktif serta pemahaman dalam inklusi aktivitas sosial dan budaya.■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.