Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Gerak Cepat, Waskita Karya Salurkan Ribuan Bantuan Untuk Korban Gempa NTT
- Juventus Menang Tipis di Pekan Pertama Serie A 2026/27
- Ibrahima Konate Ingin Buktikan Diri Di Real Madrid
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
Permintaan Normal Tapi Harga Melejit
Sikat Distributor Pangan Bandel..!
Rabu, 14 Desember 2022 06:35 WIB
Sebelumnya
“Sebelum permintaan tinggi, stok pangan harus benar-benar dipersiapkan. Distribusinya juga dijaga agar pasokan ke pasar-pasar tetap aman,” kata Mansuri.
Sebelumnya, Deputi IBidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapan) I Gusti Ketut Astawa mensinyalir harga telur naik akibat ada oknum pedagang yang bermain.
Baca juga : Peresmian Provinsi Papua Barat Daya Jadi Babak Baru Peningkatan Layanan Publik
“Seharusnya harga telur ayam tidak mengalami kenaikan. Kenaikan terjadi karena adanya oknum distributor yang berusaha menguasai pasokan telur,” ujar Gusti.
Ke depan, kata dia, Bapan berupaya untuk memitigasi hal ini bersama Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah agar harga telur ayam di tingkat distributor dapat dibenahi.
Baca juga : Dibantu Pemerintah, 631 Keluarga Tak Mampu di Kepri Nikmati Listrik PLN
“Kalau kita bisa menata dengan baik, saya rasa harga bisa dikendalikan di tingkat yang wajar,” tegasnya.
Sementara, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menganggap wajar kenaikan harga telur.
Baca juga : Cegah Harga Naik, Heru Kawal Pasokan Pangan
Karena, saat ini permintaan mulai naik menjelang Nataru. Sedangkan, ayam petelur tidak bisa banyak memproduksi telur.
“Ayam kan kalau menelur satu hari satu. Kalau Nataru, permintaan naik, jadi harganya naik sedikit. Jika nanti permintaan turun, harga telur diprediksi akan cepat turun juga,” ujar Mendag dalam keterangannya, Jumat (9/12). [NOV]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya