Dark/Light Mode

Pupuk Iskandar Muda Gelar Pengantongan, Pengapalan & Penjualan Perdana Pupuk NPK Di Awal 2023

Selasa, 3 Januari 2023 09:16 WIB
Foto: Dok. Pupuk Iskandar Muda
Foto: Dok. Pupuk Iskandar Muda

 Sebelumnya 
Budi menjelaskan, saat ini perseroan memiliki tiga unit mesin pengantongan dengan kapasitas 2.400 - 2.700 ton per hari. Pihaknya memastikan, selalu menjaga kualitas dan kuantitas produk sebelum dikantongi. Sehingga, produk yang diterima konsumen selalu terjaga kualitasnya sesuai standar.

Lebih lanjut Budi menjelaskan, produk yang telah dikantongi akan langsung didistribusikan atau disimpan dalam gudang bag storage dengan kapasitas simpan di gudang lini I sebesar 5.000 ton.

"Momen akhir tahun 2022, kita berhasil mengoperasikan Pabrik Pupuk NPK yang berkapasitas 500.000 ton per tahun. Kita harapkan, ini akan dapat memenuhi kebutuhan Pupuk NPK kepada Petani," ungkap Budi.

Baca juga : Pupuk Indonesia Utilitas Raih Penghargaan Indonesian Quality Award 2022

Dengan beroperasinya Pabrik Pupuk NPK, sambung dia, PIM juga diharapkan dapat berkontribusi lebih besar lagi dalam pemenuhan kebutuhan Pupuk NPK dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional.

Sebagai salah satu anak perusahaan Pupuk Indonesia Group, Budi berkomitmen untuk terus melakukan langkah-langkah dalam strategis, demi tersedianya kebutuhan bahan baku gas sebagai kebutuhan utama bahan baku pabrik.

"Serta, mengoptimalkan operasional Pabrik untuk tercapainya target produksi sehingga dapat terus memberikan kontribusi yang maksimal dalam memenuhi kebutuhan pupuk," ujar Budi.

Baca juga : Relawan Orang Muda Ganjar Berikan Bantuan Alat Pertanian Ke Kelompok Tani Di Batubara

Ke depannya, PIM terus melakukan pengembangan di antaranya Komersialisasi Lahan IMIA (Iskandar Muda Industrial Area), Program Makmur dan program-program strategis berdasarkan Sumber daya yang tersedia. Seperti Blok Andaman, Blok Gebang, Blok Bireuen Sigli Oil and Gas, serta potensi sawit dan sumberdaya lainnya.

Budi menilai, potensi tersebut memicu PIM untuk terus berkarya mendukung ketahanan pangan dan ketahanan energi, melalui pembangunan pabrik Blue Ammonia dan Green Ammonia sebagai Industri Hijau.

Untuk itu, Budi mengajak investor untuk melakukan investasi hilirisasi sawit di dalam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun-Lhokseumawe dan bersama-sama mewujudkan kawasan Green Industry Cluster (GIC) pertama di Indonesia.

Baca juga : Pasca Gempa, Dirjenpas Kunjungi Lapas Cianjur & Serahkan Bantuan

Ia menegaskan, proyek pengembangan dan rencana-rencana yang dicanangkan akan terwujud jika terus bekerja keras, berinovasi dan keluar dari zona nyaman.

"Saya yakin, kita mampu untuk terus bangkit dan berjuang bersama dan siap dengan tantangan baru," pungkas Budi. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.