Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Tembus Rp 2,14 Kuadriliun, Cadangan Devisa 2022 Di Atas Standar Kecukupan Internasional
Jumat, 6 Januari 2023 11:13 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2022, dilaporkan mencapai angka 137,2 miliar dolar AS atau Rp 2,14 kuadriliun. Meningkat dibanding posisi pada akhir November 2022, yang hanya 134,0 miliar dolar AS atau Rp 2,09 kuadriliun.
Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Erwin Haryono menjelaskan, peningkatan posisi cadangan devisa pada Desember 2022, antara lain dipengaruhi oleh penerimaan pajak dan jasa, serta penarikan pinjaman pemerintah.
"Posisi cadangan devisa itu setara dengan pembiayaan 6,0 bulan impor atau 5,9 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor," ujar Erwin dalam keterangannya, Jumat (6/1).
Bank Indonesia menilai, cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal, serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.
Cadangan devisa tetap memadai, didukung oleh stabilitas dan prospek ekonomi yang terjaga. Seiring berbagai respons kebijakan dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, demi mendukung proses pemulihan ekonomi nasional," tandas Erwin.
Sebelumnya, pada 3 Januari 2023, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengumumkan, total penerimaan pajak 2022 berjumlah Rp 1.716,8 triliun. Atau 115,6 persen dari patokan target Rp 1.485 triliun. Naik 34,3 persen (yoy) dari tahun lalu, yang tercatat Rp 1.278,6 triliun.
Baca juga : Harumkan Bangsa Di Kancah Internasional
"Kita lihat dua tahun berturut-turut kenaikannya luar biasa. Pada 2021 tumbuh 19,3 persen, sedangkan 2022 tumbuh 34,3 persen," kata Menkeu dalam Konferensi Pers APBN KiTA di Jakarta, Selasa (3/1).
Penerimaan pajak yang melampaui target tersebut didorong oleh PPh non migas, PPN dan PPnBM dan PPh migas, yang hampir seluruhnya meloncati target.
Penerimaan PPh non migas tercatat Rp 920,4 triliun atau setara 122,9 persen dari target, atau tumbuh 43 persen (yoy). Sementara PPh migas yang dibukukan dengan angka Rp 77,8 triliun mencapai 120,4 persen dari target. Atau tumbuh 47,3 persen (yoy). ***
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya