Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Jelang Musim Panen Raya
Bapanas Stop Impor Beras Bulan Depan
Minggu, 15 Januari 2023 07:30 WIB
Sebelumnya
Hitungan Logis
Menyoal ini, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Ahmad Tauhid mengatakan, impor yang dilakukan Pemerintah harus memiliki hitungan logis, baik dari sisi harga maupun kapasitas pemenuhan.
“Jika memang bakal dihentikan ketika panen raya, ya memang sudah seharusnya. Karena ketika panen raya, Bulog sudah mulai menyerap gabah dari petani,” ucapnya kepada Rakyat Merdeka.
Baca juga : Senayan: Stop Impor Beras
Tauhid menyarankan, impor beras harus menjadi opsi terakhir ketika memang stok atau cadangan di dalam negeri belum memenuhi target. Sehingga penyerapan beras di petani menjadi prioritas bagi Bulog.
Menipisnya stok beras Pemerintah yang dikuasai Bulog, katanya, hal itu karena pengadaan beras oleh BUMN (Badan Usaha Milik Negara) Pangan terlambat. Sehingga cadangan buat operasi pasar ikut berkurang.
Sementara terkait alasan impor lantaran harga beras dalam negeri sudah meroket, Tauhid melihat, justru yang harus diperhatikan bukanlah harga kenaikan harga beras. Melainkan karena laju inflasi yang ikut mengerek kenaikan harga beras.
Baca juga : Jelang Akhir Pekan, Rupiah Belum Bertenaga
“Tapi kalau masyarakat Indonesia tetap mampu membeli beras dengan harga tinggi, maka artinya kesejahteraan Indonesia telah mengalami peningkatan,” katanya.
Tauhid membeberkan, mahalnya harga beras di Indonesia dipengaruhi beberapa faktor. Pertama, tidak semua petani mendapatkan subsidi pupuk.
Kedua, banyak daerah yang memiliki iklim tidak sesuai untuk menanam padi. Sehingga ketika permintaan tinggi, justru supply-nya terbatas dan tidak bisa memenuhi permintaan. Alhasil, harga beras menjadi naik.
Baca juga : Tugas Berat Di Depan Mata
Faktor lainnya, sambung Tauhid, petani beras adalah kelompok petani paling miskin di Indonesia.
Hal ini juga disebabkan oleh Nilai Tukar Petani (NTP) sekitar 107,81 pada November 2022 yang paling rendah dibandingkan perkebunan. “Faktor ini juga yang bisa memicu atau melatarbelakangi mengapa beras kita itu mahal,” tuturnya. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya