Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Global Islamic Finance Summit 2023
BSI Siap Jadi Partner Keuangan Syariah Yang Solid Dan Kuat
Rabu, 15 Februari 2023 16:34 WIB
Sebelumnya
Pertumbuhan Sektor Rill
BSI serius mengambil bagian percepatan dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Hal itu tercermin dalam kenaikan growth business, sejak 2 tahun berdiri pasca merger.
Raihan laba tembus Rp 4,26 triliun atau tumbuh 40,68 persen dibanding tahun lalu. Total aset mencapai Rp 305,73 triliun.
Sisi pembiayaan, juga mengalami pertumbuhan 21 persen mencapai Rp 207,7 triliun dan NPF Gross Level 2,42 persen.
Baca juga : Gelar GIFS 2023, BSI Ajak Pelaku Industri Kenali Struktur Pembiayaan Syariah
Rasio keuangan BSI juga solid, tumbuh dan terintermediasi dengan baik. Terlihat dari Return of Equity (RoE) sebesar 16,84 persen dan Return of Asset (RoA) sebesar 1,98 persen.
BSI mencatatkan kinerja positif di atas rata-rata, dibanding pertumbuhan industri perbankan Indonesia.
Mengutip data OJK per September 2022, aset industri perbankan tumbuh 7,75 persen. Sedangkan BSI tumbuh 11,53 persen.
Dari segi pembiayaan, pembiayaan BSI tumbuh 22,35 persen. Sedangkan industri perbankan tumbuh 11,00 persen.
Baca juga : Dewan Minyak Sawit Minta Kemudahan Impor Barang Modal Tidak Baru
Sementara rasio RoE BSI pada September 2022 sebesar 17,44 persen dan industri perbankan 13,78 persen.
Data ini menggambarkan, performa bisnis BSI tumbuh positif dan sehat melampaui industri perbankan Indonesia.
Saat ini, pembiayaan konsumer BSI berada pada urutan pertama, di atas rata-rata bank syariah. Penyaluran pembiayaan sindikasi berada pada urutan keempat terbesar di Indonesia yang didominasi pada sektor -sektor rill wholesale, manufaktur, pertanian, kehutanan dan properti.
Per Desember 2022, pembiayaan wholesale BSI mencapai Rp 57,18 triliun tumbuh 15,80 persen year on year.
Baca juga : Perlindungan PMI Harga Mati
BSI juga terus mendorong pembiayaan sindikasi, yang mencapai Rp 45 triliun atau tumbuh 13,44 persen year on year.
Pencapaian ini mengindikasikan tingginya kepercayaan dunia usaha, serta lembaga keuangan lokal dan internasional terhadap BSI, untuk terlibat dalam pembiayaan sindikasi yang dilakukan.
Melalui BSI Global Islamic Finance Summit 2023 ini, BSI memperkuat positioning peran bank syariah sebagai katalis ekonomi di Tanah Air. Melalui kelolaan pendanaan, pembiayaan wholesale maupun kelolaan aset nasabah melalui wealth management, sesuai prinsip syariah.
“Hal ini akan memungkinkan perbankan dan keuangan Islam di Indonesia, untuk mendiversifikasi spesialisasinya dari personal banking, menuju kolaborasi wholesale dan retail banking sebagai sumber pertumbuhan baru. Visibilitas dan peningkatan syariah dalam sindikasi, produk terstruktur dan perbankan transaksi sangat dibutuhkan,” jelas Hery. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya