Dark/Light Mode

Quick Count by Litbang Kompas
Anies & Muhaimin
%
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
%
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
%
Ganjar & Mahfud
Waktu |

Cegah Kebocoran Informasi Negara, Pemerintah Kudu Perkuat Keamanan IT

Senin, 26 Agustus 2019 14:59 WIB
Diskusi kedaulatan informasi di Bandung, Senin (26/8). (Foto: Fajar/Rakyat Merdeka)
Diskusi kedaulatan informasi di Bandung, Senin (26/8). (Foto: Fajar/Rakyat Merdeka)

RM.id  Rakyat Merdeka - Tingginya aktivitas penggunaan data dan informasi khususnya bagi lembaga serta aparatur negara di Indonesia belum diimbangi dengan tingkat keamanan data dan informasi. Karena kedepannya, pemerintah perlu perkuat keamanan Informasi dan teknologi (IT).

Hal tersebut dikatakan Center For Risk Assesment, Kusnanto Anggoro ditemui dalam acara diskusi Wahana Dirgantara Super (HAPs) Sebagai Teknologi Pendukung Jaringan Aman Mandiri Dalam Mewujudkan Kedaulatan Informasi Negara di Bandung, Senin (26/8).

Baca juga : Mengabadikan Kemabruran Haji (3)

Menurut dia, bahwa dewasa ini internet menciptakan modern anarchy. Kemampuan negara untuk mengelola perubahan menjadi tanda tanya besar. “Sekarang ini Indonesia tidak atau belum memiliki kebijakan kedirgantaraan nasional yang memadai," ujarnya.

Dia mengingatkan bahwa massifnya penggunanaan internet sudah seharusnya tingkat keamanan data dan informasi negara diperkuat. Untuk itu pemerintah selayaknnya fokus dan serius menghadapi tantangan keamanan cyber yang semakin nyata. Bahkan pemerintah perlu mengambil langkah cepat dalam menjaga informasi antar instansi ataupun lembaga negara agar tidak rentan disadap.

Baca juga : Soal RUU Pertanahan, Komisi II Harap Pemerintah Solid

Menurutnya, perkembangan teknologi, secara natural menjadikan dirgantara sebagai center of gravity dalam dinamika social, ekonomi, politik dan pertahanan keamanan masa depan. Dalam hal keamanan negara atau kedaulatan informasi tentu produk buatan industri dalam negeri ini bisa lebih dipercaya dibanding produk asing. [JAR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.