Dark/Light Mode

Cegah Kebakaran Kilang Terjadi Lagi

Pertamina Sudah Tambah CCTV Dan Penangkal Petir

Sabtu, 8 April 2023 07:30 WIB
Dirut PT Pertamina Nicke Widyawati Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR RI di gedung Parlemen, Jakarta, Selasa (4/4/23). Rapat membahas penjelasan terkait meledaknya kilang Pertamina RU (refinery unit) II Dumai Riau dan rencana mitigasi kecelakaan seluruh infrastruktur Pertamina. (Foto: Dwi Pambudo/RM).
Dirut PT Pertamina Nicke Widyawati Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR RI di gedung Parlemen, Jakarta, Selasa (4/4/23). Rapat membahas penjelasan terkait meledaknya kilang Pertamina RU (refinery unit) II Dumai Riau dan rencana mitigasi kecelakaan seluruh infrastruktur Pertamina. (Foto: Dwi Pambudo/RM).

 Sebelumnya 
“Yakni dengan menggelon­torkan total estimasi biaya men­capai 2 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp 29,8 triliun,” akunya saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR, di Jakarta, Selasa (4/4).

Pihaknya juga telah menem­puh berbagai upaya untuk meningkatkan kehandalan kilang sesuai standar internasional.

Dari sisi Operational Avail­ability, kata dia, sebagai salah satu parameter untuk monitor kehandalan kilang, Pertamina menggunakan Solomon sebagai benchmark kilang internasional.

Baca juga : Cegah Insiden Serupa Terulang, Pertamina Perkuat Budaya Kerja Berbasis Safety

Secara konsolidasian di tahun 2022, hasil benchmark Opera­tional Availability sesuai standar Solomon pada seluruh kilang Pertamina telah mencapai skor 96 persen, atau berada di atas rata-rata Global Refinery.

“Operational availability terus didorong demi meningkatkan produksi kilang,” katanya.

Karenanya, operational availability kilang terus ditingkatkan setiap tahun melalui program Over­haul, Turn Around dan Rejuvena­tion (Peremajaan).

Baca juga : Seluruh Korban Ledakan Kilang Pertamina Dumai Sudah Tinggalkan RS

“Termasuk peremajaan mate­rial dan peralatan secara berta­hap berdasarkan risiko, sehingga kehandalan kilang terus menin­gkat,” imbuhnya.

Penjelasan serupa disampai­kan Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati. Menurut­nya, perbaikan secara berkelan­jutan penting untuk menjaga produksi kilang.

Nicke menerangkan, pasca insiden Balongan di tahun 2021, Pertamina telah melakukan audit oleh internasional auditor yang menggunakan Interna­tional Sustainability Rating System (ISRS) Level 9, yang digunakan oleh global practice.

Baca juga : Ledakan Kilang Pertamina Dumai Berhasil Diatasi Dalam 9 Menit, Kondisi 5 Korban Stabil

Menurutnya, dari rekomenda­si hasil audit tersebut, Pertamina telah melakukan beberapa kegiatan prioritas untuk mencegah terjadinya potensi risiko terbesar di kilang. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.