Dark/Light Mode

Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Diturunkan

Tak Risau, Pengusaha Pede Tetap Cuan Di Tahun Politik

Minggu, 11 Juni 2023 06:45 WIB
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasjid. (Foto: Antara)
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasjid. (Foto: Antara)

 Sebelumnya 
“Pemerintah lebih fleksibel dan realistis dalam mencapai target pertumbuhan pada 2024, dengan melihat perkembangan ekonomi domestik dan global,” jelasnya.

Dengan alasan itu, Kadin mendukung kebijakan pelebaran target pertumbuhan ekonomi ini. Sinyal positif ini justru makin meningkatkan optimisme pelaku usaha bahwa perekonomian In­donesia bisa tumbuh dan stabil hingga 2024.

“Tidak ada yang perlu dikha­watirkan oleh pelaku usaha akan kebijakan tersebut,” tegasnya.

Baca juga : Sri Mulyani Mencium Aroma Ketidakpastian

Arsjad mengatakan, dengan adanya kebijakan pemangkasan batas bawah proyeksi pertumbuhan ekonomi, pelaku usaha harus bisa membuktikan kekuatan ekonomi domestik masih dapat menopang pertumbuhan ekonomi.

Selama ini, kontribusi terbesar perekonomian Indonesia bersum­ber dari konsumsi masyarakat, yang artinya bersumber dari kekuatan dalam negeri.

“Justru ini momentum tepat menunjukkan kinerja pengusaha domestik dalam mendorong stabilitas dan perputaran perekonomian dalam negeri,” imbuhnya.

Baca juga : Airlangga Dorong Penguatan Kemitraan Indonesia-Inggris

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, proyeksi terbaru dari Pemerintah ini sebagai upaya mengantisipasi dampak rambatan pelemahan ekonomi global.

“Perekonomian Indonesia akan terpengaruh paling jelas dari kinerja ekspor. Karena permintaan ekonomi global di­pastikan ikut melemah akibat perekonomian melambat,” kata Sri Mulyani di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (8/6).

Wanita yang akrab disapa Ani itu pun meminta semua pihak melakukan antisipasi dari menu­runnya permintaan ekspor Indo­nesia. Pasalnya, kondisi tersebut berpengaruh pada kebijakan suku bunga negara-negara maju.

Baca juga : Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Airlangga Resmikan Wiraraja Industrial Park Di Kepri

“Kita waspadai saja. Memang suasana dunia sedang tidak pasti,” ungkapnya.

Bank Dunia memperkirakan, perekonomian dunia dalam kon­disi kegentingan pada periode 2023-2024. Hal ini ditunjukkan dari rendahnya proyeksi per­tumbuhan ekonomi pada 2023 sebesar 2,1 persen dan tahun 2024 hanya 2,4 persen. Jauh di bawah estimasi pertumbuhan 2022 sebe­sar 3,1 persen. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.