Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Catatkan Perdana EBAS-SP Di BEI
Bos BSI: Ini Jadi Gebrakan Baru Pembiayaan Syariah
Senin, 19 Juni 2023 12:55 WIB
Sebelumnya
Sekuritisasi aset pembiayaan rumah milik BSI yang diterbitkan SMF senilai Rp 325 miliar telah mampu terserap dengan baik oleh investor ritel, korporasi dan berbagai yayasan dana pensiun, bahkan oversubscribed sampai dengan 126 persen.
"Ini menjadi bukti bahwa animo investor dan para pelaku keuangan syariah sangat tinggi terhadap diversifikasi investasi syariah yang aman, cepat dan mudah. Terlebih, imbal hasil yang ditawarkan mencapai 7 persen, lebih tinggi di atas rata-rata investasi seperti deposito, sukuk maupun reksadana," kata Tiko.
Di kesempatan tersebut, Dirut BSI Hery sangat mendukung program pemerintah dalam memperkuat pembiayaan perumahan dengan skema syariah. Serta berkomitmen untuk terus membangun ekonomi keumatan melalui skema dan business model yang tepat, sehingga peran perbankan syariah benar-benar nyata dalam berkontribusi bagi kemajuan ekonomi di Tanah Air.
“Alhamdullilah produk terbaru ini mendapat animo yang besar dari para investor dan para pelaku keuangan syariah termasuk investor ritel di Indonesia," ucap Hery.
Baca juga : Sampaikan Duka Terdalam, Sri Mulyani Ungkap Kedekatan Dengan Sri Adiningsih
Pihkanya juga mengapresiasi dukungan dari Pemerintah dan regulator untuk dapat mendorong inklusi pasar keuangan dan pasar modal syariah di Indonesia, sehingga menciptakan manfaat ganda ke seluruh sektor. Serta menambah alternatif instrumen investasi syariah baru bagi masyarakat.
Bagi BSI sambung Hery, sekuritisasi aset ini merupakan salah satu strategi Bank Syariah Indonesia dalam me-recycle aset yang memiliki pertumbuhan cukup tinggi dan bertenor panjang.
Salah satunya adalah pembiayaan perumahan atau Griya, di mana secara yoy tumbuh sebesar 14,79 persen atau mencapai Rp 49 triliun pada kuartal I-2023. Dalam transaksi sekuritisasi aset ini pula,
BSI mengalami perubahan fungsi sebagai pemberi pembiayaan menjadi originator (pemilik awal dari portofolio yang disekuritisasi) dan collecting/servicing agent.
Baca juga : Ganjar Sejati Jabar Gelar Pelatihan Pembuatan Tahu
Hal tersebut memberikan benefit tambahan bagi BSI, yaitu sebagai tambahan likuiditas, efisiensi CKPN serta peningkatan fee based income.
“Peluncuran EBAS-SP SMF-BRIS01 merupakan momentum baru bagi kemajuan industri perbankan syariah di Indonesia. BSI siap mengawal instrumen EBAS-SP SMF-BRIS01 sebagai gebrakan baru untuk pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia,” katanya.
Dirut SMF Ananta menambahkan, penerbitan EBA Syariah perdana ini merupakan tonggak sejarah bagi perkembangan pasar keuangan syariah, yang diharapkan dapat meningkatkan market share perekonomian syariah di Indonesia.
"Hadirnya EBA Syariah diharapkan dapat menjadi alternatif produk invetasi berbasis syariah bagi para investor, sehingga dapat mendorong terwujudnya market widening serta financial inclusive di pasar modal," ungkap Ananta.
Baca juga : Tingkatkan Literasi, Maros Punya Gerakan 1 Masjid 1 Perpustakaan
Sekuritisasi syariah merupakan upaya keberlanjutan SMF sebagai Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), dalam menciptakan pendanaan kreatif (creative financing) dalam menyediakan sumber pendanaan jangka menengah panjang bagi pembiayaan perumahan.
"Sumber dana tersebut diharapkan dapat menjadi solusi bagi perbankan dalam mengatasi risiko maturity mismatch, serta mendukung upaya menekan gap kepemilikan dan kepenghunian rumah di Indonesia," jelasnya.■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya