Dark/Light Mode

Tok, KA Argo Parahyangan Tetap Beroperasi

Horee, Banyak Pilihan Kalau Mau Ke Bandung

Minggu, 2 Juli 2023 07:30 WIB
Juru Bicara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Adita Irawati. (Foto: BKIP Kemenhub)
Juru Bicara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Adita Irawati. (Foto: BKIP Kemenhub)

 Sebelumnya 
Di kesempatan yang sama, Manager Corporate Communication PT KCIC Emir Monti menjelaskan, pada tahap awal pengoperasian KCJB akan di­lakukan soft launching.

Nantinya, masyarakat bisa mencoba layanan KCJB dari Halim ke Padalarang, termasuk mencoba integrasi KCJB dengan LRT Jabodebek (Light Rail Transit Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi), yang menghubungkan Stasiun KCJB Halim ke semua stasiun pelayanan LRT Jabo­debek. Serta KA Feeder yang mengintegrasikan Stasiun KCJB Padalarang dengan Stasiun KAI Bandung dan Cimahi.

“Kami akan melakukan masa pengenalan operasional KCJB, mulai Agustus sampai Septem­ber 2023, gratis. Namun, ada tata cara dan skema pendaftaran un­tuk masyarakat. Sifatnya masih terbatas,” kata Emir.

Baca juga : Senayan Bakal Sidang Menag

Menurut Emir, hal itu dilakukan setelah tahapan Testing dan Com­missioning KCJB menggunakan CIT (Comprehensive Inspection Train) selesai, dengan uji coba kecepatan hingga 350 kilometer (km) per jam. Bahkan akan men­capai puncak kecepatan teknisnya di 385 km per jam.

Setelah tahapan tersebut dapat dilalui, diharapkan pada pertengahan Juli 2023 KCIC bisa melakukan trial run menggunakan rangkaian Electric Mul­tiple Unit (EMU) atau kereta penumpang.

“Pengetesan menyesuaikan dengan jadwal operasional KCJB sehari-hari,” jelasnya.

Baca juga : Jokowi: Pengawas Internal Harus Berorientasi Hasil, Bukan Prosedur

Satu rangkaian KCJB terdiri dari 8 kereta penumpang (ger­bong), dengan total kapasitas tempat duduk sebanyak 601 kursi.

Menanggapi ini, pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah mengatakan, KCJB membuat perjalanan menjadi kian singkat, dibandingkan kereta api konven­sional.

Namun, perbedaan harga juga akan menjadi pertimbangan ma­syarakat. Karenanya, kereta kon­vensional bisa saja tetap dioperasikan, meski ada kereta cepat.

Baca juga : Ganjar Dijamu Hangat Dan Diberi Sorban Batik Oleh Puluhan Kiai Sepuh Banten

“Biar nanti masyarakat yang memilih, mau naik yang mana. Nggak hanya kereta, pilihan transportasi menuju Bandung juga masih ada bus, travel atau pe­sawat,” kata Trubus kepada Rakyat Merdeka, kemarin.  

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.