Dark/Light Mode

Gelar Proving League

E2S Dukung Tata Kelola Dan Capaian TJSL Perusahaan Sektor ESDM

Sabtu, 22 Juli 2023 14:39 WIB
Local Hero PGE Area Ulubelu Sundari Ningrum pada acara E2S Proving League 2023 yang digelar secara virtual. Pada Proving League tahun ini, sebanyak 27 peserta ikut berkompetisi dalam event yang diselenggarakan selama dua hari, Sabtu (22/7/2023) dan Minggu (23/7/2023). (Dok. E2S)
Local Hero PGE Area Ulubelu Sundari Ningrum pada acara E2S Proving League 2023 yang digelar secara virtual. Pada Proving League tahun ini, sebanyak 27 peserta ikut berkompetisi dalam event yang diselenggarakan selama dua hari, Sabtu (22/7/2023) dan Minggu (23/7/2023). (Dok. E2S)

 Sebelumnya 
Seperti diketahui, sebanyak 3.259 perusahaan ikut serta pada PROPER periode 2021-2022, naik 27 persen dari jumlah peserta tahun sebelumnya 2.593 perusahaan.

Tahun ini, seiring dengan proses pemulihan perekonomian setelah pandemi Covid-19, jumlah perusahaan yang akan terlibat dalam PROPER diprediksi meningkat.

Baca juga : Pandawa Ganjar Deklarasi Dukungan, Gaungkan Kebaikan Dan Persatuan

Namun, untuk memenuhi standar dan kriteria PROPER tidak mudah. Pasalnya, KLHK sebagai penyelenggara PROPER melalui Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan telah menetapkan nilai ambang batas Hijau dan Emas Penilaian PROPER 2022 melalui keputusan Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan No. SK.34/PPKL/SET.6/WAS.1/4/2022 untuk 36 jenis industri.

Nilai ambang batas tersebut diperoleh berdasarkan data nilai ambang batas Hijau dan Emas masing-masing sektor industri tahun sebelumnya.

Baca juga : Petani Papua Dukung Pembenahan Tata Kelola Sawit

Tiap jenis industri memiliki nilai ambang batas yang berbeda. Untuk industri Migas EP, misalnya, nilai batas kandidat emas sebesar 635,03 dan kandidat hijau 558,18; Tambang Batubara kandidat emas 554,90 dan hijau 410,50, atau Tambang Mineral dengan nilai batas bawah kandidat emas 539,6 dan hijau 410,5.

Tiap perusahaan memiliki strategi yang berbeda dalam mendapatkan peringkat di PROPER. Pada dasarnya, perusahaan pada tahap awal akan menyusun gap analysis kondisi eksisting dengan kriteria PROPER.

Baca juga : KAI Tingkatkan Keamanan Dan Keselamatan Di Perlintasan Kereta

Biasanya langkah ini ditindaklanjuti dengan membentuk Tim Koordinasi dan Perubahan Struktur Organisasi, mengadakan pelatihan peningkatan self awareness dan bimbingan teknis terkait PROPER kepada seluruh tim.

Terakhir, perusahaan melakukan optimalisasi pelaporan kinerja pengelolaan dan pemantauan lingkungan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.