Dark/Light Mode

Untuk Jadi Negara Maju Tahun 2045

PR Indonesia Masih Seabrek

Minggu, 23 Juli 2023 06:50 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Antara)
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Antara)

 Sebelumnya 
Modal Tak Cukup

Ekonom Center of Reform on Economic (CORE) Yusuf Rendy Manilet mengatakan, Indonesia sebenarnya punya potensi cukup besar untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 6 persen sampai dengan 7 persen tiap tahun.

Baca juga : Ngeri Amat, Setiap Tahun, 969 Ribu Orang Indonesia Kena TBC

Namun sayang realitas di lapangan, progres pertumbuhan ekonomi dalam 10 tahun terakhir ini tidaklah begitu menggembi­rakan. Karena, rata-rata pertum­buhan ekonomi hanya di angka 5 persen sehingga tidak cukup jadi modal untuk menjadi negara maju. Hal ini terjadi karena in­dustri manufaktur Indonesia tidak tumbuh signifikan. Per­tumbuhan industri manufaktur berada di kisaran 4 persen sam­pai 5 persen.

“Dan akhirnya ikut mempen­garuhi pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan, mengingat sektor manufaktur merupa­kan kontributor terbesar dalam PDB Indonesia,” kata Yusuf kepada Rakyat Merdeka.

Baca juga : Teh Pucuk Harum Less Sugar Raih Penghargaan Dari PERGIZI PANGAN Indonesia

Selain itu, lanjut Yusuf, daya saing industri manufaktur In­donesia mengalami penurunan dibandingkan negara lain.

Penurunan ini karena beragam faktor, termasuk faktor harga gas dan industri yang diterima oleh industri manufaktur di dalam negeri, jauh lebih mahal dibandingkan negara lain.

Baca juga : RTI Jadi Garda Terdepan Inovasi Pertamina

“Selain itu, rendahnya keterli­batan industri manufaktur Indo­nesia dalam rantai pasok global. Sehingga menutup peluang industri manufaktur Indonesia bisa tumbuh lebih tinggi lagi,” ujarnya.

Yusuf mengatakan, kondisi tersebut harus segera dibenahi agar visi Indonesia menjadi negara maju di 2045 bisa ter­capai.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.