Dark/Light Mode

Sah, Pertamina Dan Petronas Masuk Blok Masela

Rabu, 26 Juli 2023 14:36 WIB
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto. (Foto: Dok SKK Migas)
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto. (Foto: Dok SKK Migas)

 Sebelumnya 
"Dari lapangan ini akan diproduksi 9.5 million metric tonnes per annum (MMTPA) LNG, 150 million standard cubic feet per day (MMSCFD) gas pipa, dan 35,000 barrel/day kondensat sehingga menjadi tulang punggung bagi peningkatan produksi migas nasional untuk mencapai target 2030 yang telah ditetapkan yaitu produksi minyak 1 juta barel per hari (BOPD) dan gas 12 miliar kaki kubik per hari (BSCFD),” kata Dwi di Jakarta, Rabu (26/7).

Dwi menyebut, dampak multiplier effect dari proyek abadi Masela juga akan dirasakan oleh Pemerintah dan masyarakat daerah, antara lain PI 10 persen untuk Pemerintah Daerah, serta pembangunan kilang secara onshore akan turut mendukung menciptakan lapangan kerja dan berkontribusi pada perekonomian di daerah serta meningkatkan ekonomi masyarakat sekitarnya.

Dwi menambahkan, setelah penandatangan revisi POD di tahun 2019, dukungan, optimisme dan harapan positif dari berbagai pemangku kepentingan terhadap industri hulu migas bermunculan, namun seiring waktu dengan rencana hengkangnya Shell maka maka optimisme tersebut kembali meredup.

"Masuknya Pertamina dan Petronas ke blok Abadi Masela akan membangkitkan kembali optimisme tersebut sekaligus menjadi momentum bagi industri hulu migas nasional,” imbuh Dwi.

Baca juga : Dirut Pertamina Pastikan Pasokan LPG 3 Kg Aman

Dwi berharap dukungan dari Pemerintah dan para pemangku kepentingan agar masuknya Pertamina dan Petronas menjadi momentum untuk melakukan akselerasi proyek Abadi Masela, sehingga dapat mengejar keterlambatan yang ada.

“Momentum ini akan didukung penuh oleh SKK Migas dengan melakukan best effort agar proyek Masela dapat berlari kencang mengejar ketertinggalan yang telah terjadi sebelumnya,” ujarnya.

Dwi menjelaskan, masuknya Pertamina sebagai national oil company (NOC) dan Petronas sebagai salah satu perusahaan migas kelas dunia (world class company) menunjukkan bahwa potensi dan daya saing investasi hulu migas di Indonesia masih menarik dan mampu bersaing secara global.

Pada 2023 ini komitmen investasi hulu migas mencapai US$ 15,5 miliar atau meningkat 28 persen dibandingkan realisasi investasi 2022.

Baca juga : Sah! Pertamina Dan Petronas Beli 35 Persen Saham Blok Masela Dari Shell

Masuknya Pertamina dan Petronas diyakini dapat mendorong peningkatan investasi di 2023 ini maupun tahun-tahun yang akan datang.

Lapangan Abadi di Blok Masela yang merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional tersebut berada sekitar 160 Km lepas pantai Pulau Yamdena di Laut Arafura dengan kedalaman laut 400-800 meter.

Masa berlaku Production Sharing Contract (PSC) adalah dari tahun 1998 hingga 2055. Lapangan dengan cadangan gas terbesar di Indonesia ini direncanakan akan menghasilkan 9.5 Million Metric Tonnes per Annum (MMTPA) LNG, 150 Million Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD) gas pipa, dan 35,000 barrel/day kondensat.

Konsep pengembangan lapangan green field yang kompleks mencakup pengeboran dan sistem produksi bawah laut, Floating Production Storage and Offloading (FPSO), pipa gas ekspor sepanjang kurang lebih 175 Km dan onshore LNG plant.

Baca juga : Stok Aman, Pertamina Patra Niaga Pastikan Penyaluran LPG Subsidi Berjalan Normal

Blok Masela direncanakan akan menghasilkan clean LNG melalui penerapan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) untuk mendukung program Pemerintah dalam mengurangi emisi karbon dan mendukung keberlanjutan pada era transisi energi. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.