Dark/Light Mode

Quick Count by Litbang Kompas
Anies & Muhaimin
25.23%
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58.47%
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16.30%
Ganjar & Mahfud
Waktu Update 20/02/2024, 00:17 WIB | Data Masuk 100%

Bukti Keberhasilan Transformasi

BUMN Dominasi 5 Besar Fortune Indonesia 100, Erick Acungkan Jempol

Kamis, 10 Agustus 2023 11:38 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Istimewa)
Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri BUMN Erick Thohir mengacungkan jempol atas capaian perusahaan pelat merah, yang berhasil menduduki peringkat teratas dalam laporan daftar terbaru 100 perusahaan terbesar di Indonesia atau Fortune Indonesia 100.

Erick mengatakan, capaian itu merupakan apresiasi atas keberhasilan transformasi BUMN, yang terus bergerak ke arah yang lebih baik.

"Alhamdulillah, kalau kita lihat, empat dari lima besar itu BUMN. Dari sepuluh besar, BUMN-nya ada tujuh. Ini hal yang luar biasa dan patut mendapatkan apresiasi," ujar Erick di Jakarta, Rabu (9/8).

Data Fortune Indonesia 100 terbaru menyebut, Pertamina berada di peringkat teratas dengan pendapatan Rp 1.323 triliun. Disusul PLN (Rp 441 triliun) di peringkat 2, BRI (Rp 208 triliun) di posisi 4, Mandiri (Rp 161 triliun) di urutan 5, Telkom (Rp 147 triliun) di posisi 6, dan MIND ID (Rp 126 triliun) menempati ranking 7.

"Total, ada 18 BUMN yang masuk dalam 100 perusahaan terbesar di Indonesia. Hampir separuh dari total pendapatan Fortune Indonesia 100 itu berasal dari BUMN. Ini menjadi bukti bahwa kerja keras direksi, komisaris, dan seluruh insan BUMN membawa hasil yang positif bagi kinerja BUMN," papar Erick.

Baca juga : Diterjang Panas Ekstrem Korsel, Kontingen Indonesia Di Jambore Dunia Tetap Solid

Dia bersyukur, sejumlah langkah transformasi - baik dari sisi perubahan model bisnis, holdingisasi, hingga inovasi -  berhasil membawa pertumbuhan yang signifikan bagi BUMN. Dengan begitu, BUMN dapat semakin berkontribusi bagi negara dan masyarakat.

"Ini sesuai dengan komitmen awal kita, BUMN harus sehat. Ini dibuktikan oleh laporan terbaru Fortune Indonesia 100. Harapannya, BUMN bisa mengoptimalkan pertumbuhan untuk program-program kerakyatan, termasuk membuka lapangan kerja," jelas Erick.

Editor-in-Chief Fortune Indonesia Hendra Soeprajitno mengatakan, mayoritas perusahaan yang menghuni daftar Fortune Indonesia 100 berasal dari perusahaan energi dan batu bara, yang secara bersama-sama mencatatkan kinerja tertinggi sepanjang masa.

Selain itu, juga ada pendatang baru dari perusahaan yang bergerak di dunia teknologi, plus konsistensi industri perbankan Tanah Air yang sukses mencatatkan pertumbuhan kinerja secara gemilang.

Hanya ada satu perusahaan swasta di kelompok lima besar Fortune Indonesia 100, yaitu Astra International yang duduk di peringkat 3.

Baca juga : Gerakan Serikat Buruh Internasional Dorong Indonesia Pulihkan Demokrasi Myanmar

"Total BUMN yang masuk dalam daftar teranyar Fortune Indonesia 100, ada 18. Total pendapatan mereka mencapai Rp 2.763,31 triliun atau setara 49 persen dari total pendapatan Fortune Indonesia 100," beber Hendra.

Dari waktu ke waktu, standar masuk dalam Fortune Indonesia 100 terus meningkat. Seiring pulihnya perekonomian Indonesia, yang diikuti membaiknya kinerja perusahaan.

Tahun 2021, untuk bisa masuk dalam daftar bergengsi Fortune Indonesia, perusahaan harus mampu membukukan pendapatan Rp 8,41 triliun.

Tahun 2022, syarat pendapatannya naik menjadi Rp 10,51 triliun. Pada tahun ini, total pendapatan dari 100 perusahaan terbesar di Indonesia tembus Rp 5.632,52 triliun atau naik 28,55 persen dibanding periode sebelumnya.

"Ini artinya, perusahaan yang masuk dalam daftar Fortune Indonesia 100 kali ini berkontribusi terhadap 28,75 persen perekonomian Tanah Air, yang sebelumnya hanya 25,81 persen," papar Hendra.

Baca juga : Perhiasan Produksi UMKM Indonesia Sukses Pukau Publik Singapura

Metodologi yang digunakan Fortune Indonesia, sepenuhnya mengacu kepada standar Fortune 500. Tim Fortune Indonesia mengkurasi laporan keuangan tahun fiskal 2022, dari ratusan perusahaan terbuka dan tertutup.

Hendra tak menampik, beberapa perusahaan memang tengah menghadapi beberapa problem seperti tidak akuratnya laporan keuangan yang disajikan, bahkan mengarah ke manipulasi. Namun, selama belum ada keputusan tetap hingga batas waktu yang ditentukan per 30 Juni 2023, Fortune Indonesia tidak bisa menyanggahnya.

"Karena kami menggunakan metodologi yang bersifat pasti, terukur, dan telah digunakan hampir tujuh dekade," ucap Hendra, memberikan alasan. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.