Dark/Light Mode

Kebut Pembangunan Pabrik Kaca Di Rempang Batam

Bahlil Gelar Dialog, Kasih Solusi Warga Terdampak

Rabu, 16 Agustus 2023 06:45 WIB
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengunjungi kawasan yang akan dibangun pabrik kaca terintegrasi di Kawasan Rempang, Batam, Kepulauan Riau, Minggu (13/8). (Foto: Diskominfo Kepri)
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengunjungi kawasan yang akan dibangun pabrik kaca terintegrasi di Kawasan Rempang, Batam, Kepulauan Riau, Minggu (13/8). (Foto: Diskominfo Kepri)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengunjungi kawasan yang akan dibangun pabrik kaca terintegrasi di Kawasan Rempang, Batam, Kepulauan Riau, Minggu (13/8).

Kunjungan ini merupa­kan tindak lanjut arahan dari Presiden Jokowi untuk segera melaksanakan pengembangan Kawasan Rempang.

Untuk diketahui, penan­datanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemerintah Indonesia yang diwakili Bahlil dengan Xinyi Group terkait pembangunan in­dustri kaca terintegrasi di Rem­pang dilakukan pada Juli lalu.

Baca juga : Tinjau Rencana Pengembangan Pulau Rempang, Bahlil: Kita Cari Solusi Terbaik

“Kita hanya diberikan waktu dua bulan untuk melakukan implementasi investasinya. Ini bukan hal mudah. Tapi investasi adalah instrumen untuk dapat menggenjot lapangan pekerjaan dan perekonomian kita,” ung­kap Bahlil dalam keterangan resminya, kemarin.

Selain meninjau kesiapan Kawasan Rempang, Bahlil juga melakukan konsolidasi dengan masyarakat terdampak di ka­wasan tersebut.

Mantan Ketua Umum Him­punan Pengusaha Muda Indo­nesia (Hipmi) itu memberikan pengertian ke masyarakat ter­dampak, bahwa proyek pem­bangunan industri kaca ini harus tetap berjalan. Tentunya dengan pemenuhan hak-hak bagi masyarakat terdampak.

Baca juga : Kembangkan Potensi Diri, Santri Ganjar Gelar Pelatihan Public Speaking

Bahlil juga sudah berdiskusi dengan Gubernur Kepri, Wali Kota Batam, Kepala BP (Badan Pengusahaan) Batam, aparat setempat dan juga perwakilan masyarakat soal relokasi tempat tinggal masyarakat yang ter­dampak pembangunan.

“Untuk makam akan kami pagari, namun tempat tinggal masyarakat akan tetap kami relokasi karena wilayah tersebut masuk dalam masterplan pem­bangunan industri ini,” katanya.

Lokasi relokasi juga sudah disediakan oleh pihak BP Batam. Bahlil mengaku juga menye­diakan sarana dan prasarana yang layak bagi masyarakat. Seperti jalan menuju ke pantai serta pelabuhan nelayan.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.