Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Kunjungan Resmi Ke Tanzania
Jokowi Ingin Tingkatkan Investasi Blok Mnazi Bay
Kamis, 24 Agustus 2023 06:45 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah terus meningkatkan perdagangan dengan negara mitra. Kali ini, Presiden Jokowi turun langsung untuk menjalin kerja sama dengan Tanzania, salah satu negara di Benua Afrika.
Jokowi mendorong Pemerintah Tanzania membentuk Preferential Trade Agreement (PTA). Eks Gubernur DKI Jakarta itu juga terang-terangan ingin melebarkan kerja sama untuk meningkatkan investasi di sektor energi dengan menggarap Blok Gas Mnazi Bay Tanzania, dikelola melalui PT Pertamina.
“Termasuk pengolahan gas alam menjadi bahan kimia dan pupuk,” kata Jokowi, saat konferensi pers bersama Presiden Tanzania Samia Suluhu, dalam kunjungan resmi ke Tanzania, di Dar Es Salaam, kemarin.
Baca juga : Jokowi Ingin Tingkatkan Kerja Sama Energi Di Tanzania Lewat Pertamina
Blok Mnazi Bay terletak di wilayah Mtwara di Tanzania Selatan dengan luas 756 kilometer persegi. Kepemilikan saham blok ini terbagi dari Maurel & Prom 48,06 persen, Tanzania Petroleum Development Corporation 20 persen, dan Wentworth Resource 31,94 persen.
Maurel & Prom (M&P) adalah perusahaan minyak asal Prancis yang juga merupakan salah satu anak usaha dari PT Pertamina International (PIEP), dan saat ini ingin menambah kepemilikan di Blok Mnazi.
Selain ingin meningkatkan investasi di Blok Mnazi Bay, Jokowi juga mendorong pembentukan PTA di Tanzania dapat segera direalisasikan.
Baca juga : Presiden Jokowi Boyong BUMN Dan Swasta Investasi Di Kenya
“Preferential Trade Agreement makin mengoptimalkan potensi perdagangan bilateral kedua negara, yang pada 2022 naik 20,7 persen,” ujarnya.
Selain itu, orang nomor satu di Indonesia ini juga mengusulkan dibentuknya Bilateral Investment Treaty (BIT) untuk menjamin perlindungan dan kelangsungan investasi kedua negara.
Menurutnya, sejumlah kerja sama tersebut sangat strategis untuk dilakukan, dan diyakini akan memperkokoh kerja sama antar-negara berkembang.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya