Dark/Light Mode

Hasil Rekapitulasi KPU
Pemilu Presiden 2024
Anies & Muhaimin
24,9%
40.971.906 suara
24,9%
40.971.906 suara
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58,6%
96.214.691 suara
58,6%
96.214.691 suara
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16,5%
27.040.878 suara
16,5%
27.040.878 suara
Ganjar & Mahfud
Sumber: KPU

Ketergantungan Terhadap Gadget Tinggi

Bank Syariah Didorong Perkuat Layanan Digital

Kamis, 7 September 2023 07:10 WIB
Ketua Umum Asbisindo Hery Gunardi dalam Seminar Nasional yang digelar Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) bertajuk ‘Implementasi GRC (Governance Risk Compliance) Terintegrasi pada Perbankan Syariah di Era 4.0’ di Jakarta, kemarin. (Foto: Ist)
Ketua Umum Asbisindo Hery Gunardi dalam Seminar Nasional yang digelar Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) bertajuk ‘Implementasi GRC (Governance Risk Compliance) Terintegrasi pada Perbankan Syariah di Era 4.0’ di Jakarta, kemarin. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perbankan syariah didorong memperkuat layanan digital terhadap masyarakat. Hal ini diyakini dapat memperkuat pengembangan keuangan syariah.

Deputi Komisioner Pengawas Bank Pemerintah dan Syariah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bambang Widjanarko mengata­kan, pihaknya melihat tantangan digital saat ini sebagai suatu keniscayaan.

Baca juga : Kementan Dorong Negara ASEAN Perkuat Strategi Ketahanan Pangan

Menurutnya, zaman sekarang, setiap orang tidak bisa lepas dari gadget. Maka, ketika ter­jadi ganguan sedikit saja pada layanan, komplain masyarakat langsung bertubi-tubi.

“Mereka merasa hidupnya ter­ganggu karena mau apa pun meng­gunakan aplikasi. Ketergantungan­nya sangat tinggi,” kata Bambang dalam Seminar Nasional yang digelar Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) bertajuk ‘Implementasi GRC (Governance Risk Compliance) Terintegrasi pada Perbankan Syariah di Era 4.0’ di Jakarta, kemarin.

Baca juga : Bank DKI Gandeng SPE Solution Perkuat Layanan Uang Digital

Untuk itu, tegas Bambang, pentingnya bagi perbankan syariah menjaga industri untuk tetap bertahan di tengah ketidak­pastian dan risiko yang semakin kompleks.

Sebab, ekspetasi masyarakat terhadap perbankan apalagi syariah sangat tinggi. Alha­sil, perbankan syariah harus be­yond dari konvensional.

Baca juga : Meriahkan Hari Pelanggan Nasional, BNI Gencarkan Layanan Digital

“Maka semakin berat bagi kami untuk mempersiapkan hal itu,” akunya.

Dikatakan Bambang, fenomena tersebut bahkan sudah dirasakan beberapa waktu lalu. Saat layanan perbankan PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI sempat mengalami gangguan selama dua hari lantaran serangan virus malware. Hal tersebut menjadi pelajaran bagaimana mengelola industri perbankan syariah dengan baik.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.