Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kejahatan Keuangan Tembus Rp 100 Triliun
Masyarakat Kudu Cakap Digital
Rabu, 23 Agustus 2023 07:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Tindak kejahatan keuangan digital mulai dari pinjaman online (pinjol) ilegal sampai penipuan online seolah tidak ada habisnya. Mati satu tumbuh seribu. Kerugian yang ditimbulkan mencapai Rp 100 triliun.
Karena itu, Pemerintah berjanji tidak berhenti memberangus berbagai tindak kejahatan keuangan digital.
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi mengatakan, security in digital telah menjadi isu dunia. Karena itu, literasi dan inklusi keuangan digital dianggap penting. Tanpa keduanya, sulit melindungi masyarakat dari kejahatan keuangan digital.
Baca juga : Pegadaian Berikan Tabungan Emas Rp 291 Juta Kepada Tim Paskibraka 2023
“Tantangan keamanan dalam ekosistem digital semakin kompleks. Berbagai bentuk kejahatan digital, mulai dari penipuan online hingga pinjaman online ilegal, terus berkembang dan menggunakan teknik yang semakin canggih,” ujar Budi Arie dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) yang mengangkat tema ‘Melawan Kejahatan Keuangan Berbasis Digital’, kemarin.
Menurutnya, edukasi dan kesadaran masyarakat terhadap risiko dan tindakan penipuan digital akan menjadi kunci utama dalam mengurangi dampak negatif dari kejahatan keuangan digital.
Apalagi kejahatan digital semakin canggih, sehingga penegakan hukum pun dituntut terus berkembang.
Baca juga : KPK Sebut Politik Uang Marak Karena 50 Persen Masyarakat Belum Sejahtera
Dia menyoroti masalah pinjaman online ilegal yang telah merugikan masyarakat dengan jumlah yang fantastis. Upaya pencegahan dan penindakan oleh Kemenkominfo dan kolaborasi lintas kementerian dan lembaga, menjadi kunci memerangi kejahatan digital yang semakin kompleks.
Pendiri Relawan Projo ini menyoroti empat aspek yang menjadi fokus penting. Yakni budaya digital, keterampilan digital, etika digital dan keamanan digital.
Masyarakat diminta bijak menggunakan teknologi digital, memahami risikonya dan melaporkan tindakan-tindakan mencurigakan yang terjadi di ruang digital.
Baca juga : Kemenkominfo Dorong SDM dan ASN Nusa Tenggara Timur Makin Cakap Digital
“Kalau dalam bahasa Kominfo itu cakap digital. Ya kan cakap digital artinya culture-nya dapat, skill-nya dapat, terus etiknya dan kita yang menggunakan. Atau, berada dalam ekosistem digital ini dengan kenyamanan dan keamanan yang sebaik-baiknya gitu,” jelas Budi Arie.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya