Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Cegah Monopoli Lion Air Group
Pelita Pertajam Taji Garuda
Minggu, 1 Oktober 2023 07:20 WIB
Sebelumnya
Bila nantinya Pelita Air bergabung menjadi Garuda Group, kata dia, tentunya bisa semakin memperkuat posisi maskapai pelat merah di Indonesia.
Apalagi, sejauh ini Pelita Air di bawah PT Pertamina (Persero) sudah kuat.
“Seharusnya, Pelita Air bisa untuk memperbesar pangsa pasar Garuda. Dibandingkan sendiri-sendiri, pangsa pasarnya kecil,” katanya.
Baca juga : Mengenal Alam Jabarut
Sebagai informasi, Pelita Air baru memulai penerbangan komersialnya tahun 2022. Yang sebelumnya hanya melayani penerbangan kargo dan charter.
Sementara, Lion Group menguasai 70 persen pangsa pasar penerbangan. Sisanya, terbagi atas Indonesia Air Asia, Sriwijaya Group dan Garuda Group.
Adapun Lion Group terdiri atas Lion Air, Wings Air, Batik Air, Super Air Jet, Batik Air Malaysia dan Thai Lion Air.
Baca juga : Pertempuran David Dan Goliath
“Untuk Lion Air saja sudah 30 persen. Padahal sebelum pandemi, Garuda dan Citilink juga 30 persen pangsa pasar penerbangan di Indonesia. Sekarang, mungkin hanya 10 atau 15 persen,” kata Gatot.
Karena itu, keberadaan Pelita Air di Garuda Group sangat penting untuk menjaga bisnis di industri penerbangan tetap sehat, alias tak hanya dimonopoli satu maskapai saja.
“Maskapai BUMN ini kalau bersatu, bisa jadi pesaing yang kuat untuk Lion Group,” tegasnya.
Baca juga : Paloh Pilih Imin Dampingi Anies, Koalisi Perubahan Jadi Acak-acakan
Untuk itu, para maskapai BUMN ini juga harus terus menambah armada. Sejauh ini, Pelita Air maupun Citilink telah memiliki armada yang cukup.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya