Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Teten Apresiasi MoU Korea Dan Indonesia Dukung Industri Kendaraan Listrik Dalam Negeri
Selasa, 10 Oktober 2023 18:26 WIB
Sebelumnya
Menurut Teten, perkembangan industri otomotif nasional terus meningkat secara signifikan. Pada 2022 industri otomotif meningkat sebesar 18 persen dari tahun sebelumnya.
Indonesia memiliki 4,4 juta unit usaha yang mayoritas 99,7 persen yang merupakan sektor industri. Salah satunya Industri otomotif merupakan salah satu pilar penting sektor manufaktur Indonesia.
Selain menopang pertumbuhan ekonomi, otomotif juga menyediakan lapangan kerja bagi 1,3 juta orang bahkan otomotif menjadi sektor yang diminati para investor mancanegara.
Berdasarkan fakta tersebut, Pemerintah menetapkan industri otomotif menjadi satu dari tujuh sektor yang mendapat prioritas pengembangan dalam implementasi industri 4.0.
Adapun tujuh sektor industri prioritas antara lain makanan dan minuman, otomotif, kimia, tekstil dan produk tekstil, elektronika dan alat kesehatan.
“Kami mendukung kerja sama antara PIKKO dengan BEPA dalam rangka RnD Technology Center EV," ujar Teten.
Ia berharap dengan adanya perjanjian kerja sama ini dapat memperkuat kerjasama industri antara perusahaan Korea dengan pelaku UKM Indonesia.
Selain itu, Kemenkop UKM juga memiliki Program Strategis untuk mendukung pengembangan industri otomotif agar mampu berdaya saing.
Baca juga : Pimpinan Ponpes Motivasi Indonesia Ingin Adopsi Program SMKN Jateng
Di antaranya, pertama, pengembangan kemitraan dan bentuk penciptaan jaringan kerja sama dengan usaha besar/industri dan BUMN.
Kedua, peningkatan daya saing produk otomotif sertifikasi produk. Ketiga, akselerasi pembiayaan melalui penyaluran KUR (Kredit Usaha Rakyat).
Keempat, sentra industri UKM otomotif berhimpun dalam satu wadah membentuk koperasi.
Kelima, kemudahan dan kesempatan berusaha melalui Omnibus Law, kebijakan afirmasi untuk perpajakan, sertifikasi produk, produk UKM masuk e-catalog, pelayanan satu pintu.
Keenam, koordinasi Lintas Sektor melalui Strategi nasional Pemberdayaan Koperasi dan UMKM.
“Melalui penyelenggaraan business forum ini, diharapkan adanya jalinan kerja sama yang kuat antara PIKKO dengan BEPA sehingga diharapkan IKM mampu melindungi, menjamin dan mendorong produk/jasa yang dihasilkan bisa masuk ke pasar ekspor,” ujar Teten.
Ditegaska Teten, Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam membina Koperasi dan UMKM. Pemerintah membutuhkan sinergi, kolaborasi dan kontribusi dari berbagai elemen masyarakat, seperti sektor swasta, pengusaha, akademisi, asosiasi usaha, maupun komunitas/lembaga pendampingan.
Di kesempatan yang sama, President of Busan Economic Promotion Agency (BEPA) Yang-hyun Jin mengatakan, Indonesia menjadi negara ke-4 terbesar yang potensial di Asia untuk menjadi negara maju.
Baca juga : Ganjar Ziarah Ke Makam Abuya KH Muhali Dan Silahturahmi Dengan Ulama Se-Bekasi
Bersama dengan Pemerintah Korea, Indonesia akan bekerja sama mengembangkan sektor renewable energy di masa depan, salah satunya industri otomotif kendaraan listrik.
“MoU dan seminar ini menjadi titik penting, e-mobility akan menjadi masa depan cerah bagi Indonesia menuju global EV 2025 yang terus meningkat," ujar Hyun Jin.
Ia menjelaskan, di Korea Selatan berdiri pusat produksi Hyundai pertama kali di ASEAN yang membuka peluang kerja sama internasional bagi kedua negara dalam bidang mobilitas.
Pabrik Hyundai yang ada di Busan, mampu memproduksi kendaraan 5 juta dalam 1 jam. Selain itu, Busan juga memiliki pelabuhan dan jalur distribusi otomotif di Timur Laut China.
“Saya berharap kerja sama internasional antara Busan dan Indonesia dalam industri komponen listrik tak hanya sekali ini saja, tetapi menghasilkan langkah konkret lainnya yang berkelanjutan,” ucap Hyun Jin.
Director Asosiasi Penelitian Teknologi Industri Komponen Mobil Korea (KAMIT) Lee Jung Hoon menambahkan, Indonesia dan Korea Selatan adalah salah satu dari tujuh investor dan mitra dagang terbesar di dunia. Busan tempat asosiasi penelitian di Korsel yang memiliki peranan penting.
“Kami mendukung investasi terbaik. Asosiasi kami satu-satunya yang terdiri dari pengusaha otomotif di Korsel, dilakukan pengembangan bersama anggota perusahaan, " ujar Jung Hoon.
Menurutnya, minat suku cabang Korea Selatan terus meningkat. Kerja sama Indonesia dan Korea Selatan berkesempatan membuat suku cadang kendaraan listrik.
Baca juga : Golden Future Indonesia Bangun Dan Renovasi Rumah Ngaji Di Pelosok Negeri
Sementara itu, Koordinator Fungsi IKM Alat Angkut Direktorat Industri Kecil dan Menengah (IKM)-Logam, Mesin, Elektronika dan Alat Angkut (LMEA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Irvan Kuswardana berharap bisa menjalin kemitraan dengan berbagai pihak termasuk dengan Pemerintah Korea Selatan.
IKM sambung Irvan, merupakan bagian dari UKM yang memberikan kontribusi bagi perkonomian nasional, kemitraan bahan baku material.
Hal ini mampu menciptakan bagaimana IKM mendapat material murah dan kompetitif dengan disediakan material center, sehingga bisa berkontribusi menciptakan inovasi bidang di industri karbon dan sebagainya.
Irvan mengatakan, dalam Undang-Undang (UU) Nomor 3 Tahun 2014 Tentang Perindustrian, pengembangan, penguatan keterkaitan hubungan kemitraan IKM dengan sektor ekonomi lainnya harus mengedepankan prinsip saling menguntungkan.
“Kerja sama Indonesia dan Korea Selatan dalam hal ini PIKKO dan BEPA diharapkan menciptakan kerja sama yang saling menguntungkan di bidang otomotif, sebagaimana prinsip kemitraan yang diatur dalam Undang-Undang,” ujar Irvan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya