Dark/Light Mode

Teten Apresiasi MoU Korea Dan Indonesia Dukung Industri Kendaraan Listrik Dalam Negeri

Selasa, 10 Oktober 2023 18:26 WIB
Menkop UKM Teten Masduki (kedua kanan) saat penandatanganan MoU tentang RnD Center EV antara PIKKO dengan BEPA terkait Hibah program dari Provinsi Busan, di Jakarta Selasa (10/10). (Foto: Dok. Kemenkop UKM)
Menkop UKM Teten Masduki (kedua kanan) saat penandatanganan MoU tentang RnD Center EV antara PIKKO dengan BEPA terkait Hibah program dari Provinsi Busan, di Jakarta Selasa (10/10). (Foto: Dok. Kemenkop UKM)

 Sebelumnya 
Pertama, hilirisasi Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Mineral, Pemerintah Indonesia tak akan lagi ekspor raw material, aluminum, nikel dan lainnya.

Pemerintah Indonesia ingin semua bahan material diproduksi di Indonesia menjadi barang setengah jadi atau end product. Hilirisasi bukan hanya bahan mineral saja, tetapi juga hasil perkebunan, pertanian termasuk yang berbasis agrikultur.

Baca juga : Pimpinan Ponpes Motivasi Indonesia Ingin Adopsi Program SMKN Jateng

“Jadi hilirisasi bukan hanya melibatkan usaha besar tetapi juga UMKM, karena itu kemitraan Indonesia dan Korea sangat penting. Saya yakin hal ini untuk memperkuat bagaimana pelaku UMKM bisa menjadi bagian dari rantai pasok industri besar dalam hal ini industri otomotif,” ujar Teten.

Kedua soal subsitusi impor belanja Pemerintah, dalam Undang-Undang (UU) Omnibus Law, sebanyak 40 persen anggaran belanja Kementerian/Lembaga (K/L) diperuntukkan untuk UMKM, harus mengandung produk lokal dengan kandungan sebesar 40-100 persen.

Baca juga : Ganjar Ziarah Ke Makam Abuya KH Muhali Dan Silahturahmi Dengan Ulama Se-Bekasi

“Ke depan juga secara bertahap akan mengganti bahan baku fosil ke mobil berbahan listrik. Tak bisa lagi Indonesia membeli mobil di luar Indonesia, tetapi harus dibuat di Indonesia," ujar Teten.

Teten berharap kerja sama dengan Korea Selatan ini sama-sama maju bersama, go global.

Baca juga : Golden Future Indonesia Bangun Dan Renovasi Rumah Ngaji Di Pelosok Negeri

Teten mengatakan, dalam dua kebijakan tersebut, Pemerintah ingin mendorong investasi asing untuk masuk ke Indonesia berproduksi di dalam negeri, dan Pemerintah membeli produk yang dibuat di dalam negeri.

“Ini sangat penting diketahui investor agar dalam impementasinya harus ada kerja sama dengan pelaku usaha dalam negeri, terutama UMKM karena menyangkut komponen lokal,” ucap Teten.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.