Dark/Light Mode

6 Developer Ternama Dukung Pembangunan Koridor Timur Jakarta

Selasa, 1 Oktober 2019 14:08 WIB
(Kanan-Kiri) CEO IPW Ali Tranghanda, Executive Director PT Summarecon Agung Tbk. Albert Luhur, Director PT Jababeka Tbk. Sutedja S. Darmono, Presiden Direktur PT PP Properti Tbk. Taufik Hidayat, Sales dan Marketing Director PT Pollux Properti Indonesia Tbk. Maikel Tanuwidjaja, GM Sales & Marketing  PT Sirius Surya Sentosa (Vasanta Innopark) Suranto Tjhai, dan Ketua Umum DPP AREBI Lukas Bong saat konferensi pers tentang Potensi Koridor Timur Jakarta, di Jakarta, Selasa (1/10). (Foto: Istimewa).
(Kanan-Kiri) CEO IPW Ali Tranghanda, Executive Director PT Summarecon Agung Tbk. Albert Luhur, Director PT Jababeka Tbk. Sutedja S. Darmono, Presiden Direktur PT PP Properti Tbk. Taufik Hidayat, Sales dan Marketing Director PT Pollux Properti Indonesia Tbk. Maikel Tanuwidjaja, GM Sales & Marketing PT Sirius Surya Sentosa (Vasanta Innopark) Suranto Tjhai, dan Ketua Umum DPP AREBI Lukas Bong saat konferensi pers tentang Potensi Koridor Timur Jakarta, di Jakarta, Selasa (1/10). (Foto: Istimewa).

RM.id  Rakyat Merdeka - Enam pengembang properti besar nasional bersatu membentuk Komite Koridor Timur Jakarta.

.Mereka adalah Jababeka Group, Lippo Group, PT Summarecon Agung Tbk, PT Pollux Properti Indonesia Tbk, Vasanta, dan PT PP Properti Tbk./p>

Keenam pengembang ini sepakat melakukan kegiatan marketing dan branding yang terintegrasi agar dapat saling mendukung di proyek yang mereka kembangkan di kawasan Koridor Timur Jakarta yaitu Bekasi, Cikarang, dan Karawang.

"Kini, kawasan Timur Jakarta berkembang pesat dengan adanya pembangunan infrastruktur yang masif di wilayah koridor Timur Jakarta," ujar CEO Indonesia Property Watch, Ali Tranghanda, di Jakarta.

Baca juga : TelkomGroup Dukung Pembangunan Infrastruktur Ibu Kota Baru

Dengan luas mencapai 10.000 hektare, kawasan ini tumbuh menjadi aset properti unggulan yang di dalamnya sudah dilengkapi dengan pusat bisnis, gaya hidup, destinasi hunian, pusat industri, dan pusat lapangan pekerjaan.

Pengembangan pesat dan lengkapnya fasilitas yang menjamin kenyamanan hidup memberikan dampak pada permintaan dan kebutuhan hunian.

Berbagai pengembang properti di Timur Jakarta turut menyumbang dalam pemenuhan kebutuhan pasar tersebut, di antaranya: Summarecon Bekasi seluas 240 Ha, Pollux Properti Indonesia seluas 45 Ha, PP Properti seluas 28 Ha, Vasanta Innopark seluas 100 Ha, Lippo Cikarang seluas 3400 Ha dan Jababeka seluas 5600 Ha.

Director PT Jababeka Tbk. Sutedja S. Darmono mengatakan, pembentukan komite ini sebenarnya berawal dari tukar pikiran bersama antara developer yang ada di wilayah timur Jakarta terkait permasalahan yang sama mengenai image kawasan koridor timur Jakarta yang secara tidak langsung turut berdampak pada sisi pemasaran yaitu mengenai kemacetan dan kawasan industri.

Baca juga : Oktober, Bandara Kualanamu Buka Penerbangan Ke Amsterdam

"Padahal, image ini sebenarnya tidak tepat. Sebab, macet itu lebih dikarenakan adanya pembangunan infrastruktur," ujarnya. Dan, ke depannya, kemacetan tersebut nantinya akan berakhir seiring selesainya pembangunan infratruktur tersebut.

"Nah, terkait image sebagai kawasan industri, yang patut diingat koridor timur itu adalah light to medium industry yaitu kawasan indutri yang ringan atau tidak menciptakan polusi seperti daerah industri lainnya. Sehingga sangat nyaman sebagai kawasan hunian," lanjut Sutedja.

Pada awal 2020 mendatang, diprediksi koridor timur akan semakin lancar seiring beroperasinya sejumlah infrastruktur transportasi di kawasan ini. Bahkan, diprediksi efektif untuk mengurangi kemacetan hingga 40 persen.

Saat ini akan ada 10 infrastruktur baru yang dibangun di koridor Timur Jakarta, yaitu Elevated Toll Road, Kereta api double double track, LRT, MRT , kereta cepat Jakarta Bandung, Cikampek Layang, JORR 2, Jalur Cikampek Selatan, Kereta cepat Jakarta Surabaya, Pelabuhan Patimban serta Bandara Kertajati.

Baca juga : Genjot Tora, Menteri Nurbaya Kebut Pemberian SK Tanah Hutan Rakyat

"Berbagai infrastruktur ini cukup lengkap dan tidak ada di wilayah barat Jakarta," katanya.

Ke depannya diharapkan Komite ini akan saling bersinergi untuk membangun bersama. Misalnya, melakukan pemasaran atau kampanye bersama untuk mendobrak image negatif yang selama ini telah berkembang di masyarakat, yaitu kemacetan dan kawasan industri. [SRI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.