Dark/Light Mode

Waspadai Pergerakan Dolar AS

Perbankan Masih Kokoh Hadapi Rontoknya Rupiah

Jumat, 3 November 2023 07:20 WIB
Direktur Whole­sale International Banking PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI Silvano Winston Rumantir. (Foto: Ist)
Direktur Whole­sale International Banking PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI Silvano Winston Rumantir. (Foto: Ist)

 Sebelumnya 
“Tapi bukan berarti bank-bank lain tidak terkena dampaknya. Pasti imbas rupiah melemah ter­jadi di sektor riil,” kata Paul ke­pada Rakyat Merdeka, kemarin.

Menurut Paul, pelemahan rupiah masih akan terjadi hingga jelang akhir tahun. Hal ini lan­taran masih adanya ketidakpas­tian dari arah kebijakan suku bunga acuan Bank Sentral AS, The Fed.

“Diperkirakan kenaikan suku bunga acuan BI itu tidak akan mendorong kenaikan suku bunga kredit perbankan dalam waktu dekat,” ujarnya.

Baca juga : Maqdir Ismail: Penerapan Pidana Kasus Korupsi Harus Bijak

Likuiditas perbankan saat ini masih cukup tinggi. Hal itu tampak pada rasio alat likuid atau non-core deposit 118,50 persen, jauh di atas ambang batas 50 persen. Tak hanya itu, alat likuid atau Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat 26,49 persen, atau di atas ambang batas 10 persen.

Untuk itu, imbuh Paul, suku bunga Kredit Pemilikan Ru­mah (KPR) diharapkan tidak naik dalam waktu dekat. Salah satu alasannya, karena harga rumah bersubsidi sudah naik lebih dulu.

“Dengan demikian, masyarakat menengah ke bawah masih mampu menjangkau KPR ber­subsidi,” jelas Paul.

Baca juga : Bantu Warga NTB, Relawan Sandi Gelar Bazar Sembako Murah Hanya Rp 5 Ribu

Di kesempatan berbeda, Kepala Eksekutif Pengawas Per­bankan Otoritas Jasa Keuan­gan (OJK) Dian Ediana Rae meyakini, dampak tren rupiah tak akan memengaruhi kinerja perbankan di Indonesia. Sebab, eksposur mata uang asing di bank rendah.

Berdasarkan data Agustus 2023, eksposur neto untuk for­eign currency di perbankan yang dilihat dari rasio posisi devisa netto (PDN) tergolong rendah, yaitu sebesar 1,72 persen, jauh dari threshold sebesar 20 persen.

“Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa eksposur ter­buka bank dalam valuta asing relatif rendah terhadap permoda­lan bank,” jelasnya.

Baca juga : Kasus Dugaan Pemerasan Diusut Polda, KPK Tetap Usut Korupsi Kementan

Selain itu, OJK maupun per­bankan telah melakukan stress test secara rutin untuk mengeta­hui ketahanan perbankan, baik dari sisi solvency maupun likuidi­tas. Termasuk memperhitungkan faktor pelemahan rupiah.

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Jumat 3/11/2023 dengan judul Waspadai Pergerakan Dolar AS, Perbankan Masih Kokoh Hadapi Rontoknya Rupiah

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.