Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Begini Saran Pakar Siber, Supaya Kita Nggak Tertipu File PDF Via WhatsApp
Jumat, 3 November 2023 17:18 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Modus penipuan berupa pengiriman malware yang disamarkan dalam file PDF lewat WhatsApp makin meresahkan. Pasalnya, aksi ini sering kali berakhir dengan pencurian data pribadi dan pengurasan rekening korban.
Jika kamu terlanjur klik file APK yang ternyata bermodus penipuan, jangan panik. Ada beberapa langkah yang bisa kamu lakukan untuk mencegah kerugian.
Pakar Keamanan Siber Indonesia dari CISSReC Dr. Pratama Persadha mengatakan, ada beberapa cara memverifikasi apakah file pdf yang kita terima benar merupakan sebuah file dokumen. Dan bukan file APK yang disamarkan dalam format dokumen.
Langkah yang harus dilakukan adalah melihat apakah file yang dikirimkan memiliki ikon warna merah dengan tulisan pdf.
Baca juga : Waspada Kiriman File PDF Via WhatsApp, Modus Baru Pencurian Data
Kemudian pada file yang dikirimkan memiliki informasi jumlah halaman selain besar file.
"Tidak terdapat permintaan ijin untuk melakukan instalasi saat dibuka dan tidak meminta ijin akses apapun ke perangkat," kata Pratama kepada RM.id, Jumat (3/11/2023).
Pratama menyebutkan, modus ini sebetulnya sama dengan modus penipuan dengan file APK, maka pencegahan yang dapat kita lakukan pun serupa yaitu, selalu install aplikasi dari sumber resmi seperti Google Playstore atau IOS AppStore, perbarui sistem operasi, aplikasi, dan perangkat lunak lainnya dengan patch keamanan terbaru.
"Kemudian pasang dan perbarui perangkat lunak keamanan yang kuat seperti antivirus serta anti malware yang akan mengingatkan terhadap aplikasi berbahaya atau link phising," katanya.
Baca juga : Banyak Siswa Ibu Kota Nggak Bisa Ambil Ijazah
Selain itu kata dia, jangan mengklik tautan atau membuka lampiran dari email atau pesan yang mencurigakan, dan dari sumber yang tidak dikenal atau berisi permintaan yang tidak biasa.
Pratama juga menyarankan agar membuat salinan data penting secara teratur. Data tersebut sebaiknya simpan di tempat yang terpisah.
Kita juga perlu untuk meningkatkan kesadaran tentang ancaman dan cara mengidentifikasi serangan siber, hindari mengunjungi situs web yang mencurigakan atau tidak terpercaya.
"Terutama yang berisi konten ilegal atau berbahaya, dan gunakan kata sandi yang kuat dan unik untuk akun-akun online serta manfaatkan fitur 2 Factor Authentication," paparnya.
Baca juga : Saran Pakar Siber Cara Menghindari Aksi Penipuan Di WhatsApp, Hati-hati!
Terakhir, dia menyarankan agar secara berkala melakukan pergantian password. Dan tidak sembarangan menghubungkan perangkat kita ke akses wifi gratisan, serta menggunakan layanan pengisian daya gratis.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya