Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Ekonomi Global Melambat
Sri Mul Happy, Sistem Keuangan Kita Terjaga
Sabtu, 4 November 2023 07:10 WIB
Sebelumnya
Kondisi Dunia Semakin Buruk
Perry Warjiyo mengatakan, perekonomian dunia semakin memburuk. Ekonomi global melemah dan tren suku bunga acuan tinggi masih belum berakhir.
“Dengan mencermati dinamika perekonomian global yang berubah sangat cepat, BI terus memperkuat respons bauran kebijakan untuk mendukung pertumbuhan dan menjaga stabilitas,” kata Perry.
Baca juga : Tensi Geopolitik Tinggi, OJK Pastikan Sektor Jasa Keuangan RI Terjaga Dan Stabil
Menurut Perry, kebijakan moneter Bank Sentral diarahkan untuk menjaga stabilitas ekonomi. Sedangkan kebijakan makro prudential, perkembangan pasar valuta asing dan ekonomi keuangan inklusif tetap diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Searah dengan arah bauran itu untuk memitigasi dampak gejolak ekonomi global terhadap kondisi stabilitas dalam negeri, khususnya nilai tukar dan inflasi.
“Setelah mempertahankan BI rate tetap 5,75 persen selama 3 kuartal, BIpada rapat Oktober 2023 menaikkan BI 7 Rate sebesar 25 basis poin menjadi 6 persen,” terangnya.
Baca juga : Yes! Sektor Pertanian Kembali On The Track
Kenaikan ini untuk memperkuat stabilitas nilai tukar dari meningkatnya ketidakpastian global. Langkah preventif memitigasi dampaknya terhadap inflasi barang impor.
“Jadi, inflasi tetap terkendali dalam sasaran yaitu 3 plus minus 1 persen pada 2023, dan 2,5 persen plus minus 1 pada 2024,” imbuhnya.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Sabtu 4/11/2023 dengan judul Ekonomi Global Melambat, Sri Mul Happy, Sistem Keuangan Kita Terjaga
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya