Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Dukung IPO Mundur Ke Tahun 2024
Semoga PalmCo Mampu Hilirisasi Sawit Nasional
Minggu, 5 November 2023 07:20 WIB
Sebelumnya
Ketahanan Dunia Usaha Sawit Kudu Ditingkatkan
Ketua Umum Gabungan Asosiasi Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Eddy Martono mengatakan, sebagai produsen minyak sawit terbesar, Indonesia mengalami stagnasi produksi dalam beberapa tahun terakhir.
“Selama 4 tahun terakhir ini, produksi kita tuh stagnan, bahkan kecenderungannya turun,” ujar Eddy, dalam paparannya di IPOC 2023, Bali International Convention Center (BICC), Kamis (2/11/2023).
Baca juga : Dukung Indonesia Maju, Berani Pupuk Toleransi Umat Beragama
Hal ini dikarenakan lambatnya proses penanaman kembali oleh petani sawit. Serta, kondisi global saat ini yang dikatakan sedang tidak baik-baik saja. Hal ini berimbas pada ketidakstabilan harga dan produktivitas minyak sawit.
“Dalam beberapa bulan terakhir, kita melihat penurunan harga minyak sawit global dipicu oleh melemahnya daya beli, akibat perlambatan ekonomi di berbagai negara dan melimpahnya stok di negara-negara produsen,” katanya.
Untuk itu, ketahanan dunia usaha di perkebunan sawit ini perlu ditingkatkan. Mengingat, konsumsi minyak sawit dalam negeri juga banyak.
Baca juga : Dukung Tumbuh Kembang, Morinaga Optimalkan Nutrisi Harian Anak
“Dari tahun 2021 ke 2022, kenaikan konsumsi kita 3 juta ton. Jadi, kita harus kejar peningkatan produktivitasnya. Termasuk, peremajaan sawit rakyat,” pungkasnya.
Sebagai informasi, GAPKI mengadakan Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) ke-19 bertajuk “Enhancing Resiliency Amid Market Uncertainty” di Bali International Convention Center (BICC), selama tiga hari pada 1-3 November 2023.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Minggu 5/11/2023 dengan judul Dukung IPO Mundur Ke Tahun 2024, Semoga PalmCo Mampu Hilirisasi Sawit Nasional
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya