Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Dukung IPO Mundur Ke Tahun 2024
Semoga PalmCo Mampu Hilirisasi Sawit Nasional
Minggu, 5 November 2023 07:20 WIB
Sebelumnya
“Karena dua entitas ini akan lebih difokuskan untuk mengelola seluruh tanaman kelapa sawit perseroan,” jelas Ghani di Jakarta, Kamis (26/10/2023).
Dia menargetkan, dalam 10 tahun ke depan, PalmCo dapat memperluas pengelolaan lahan kelapa sawitnya menjadi 700.000 hektar (Ha).
Menurut Ghani, perluasan lahan tersebut dapat dilakukan dengan mengkonversi lahan karet atau komoditas lain yang tidak menguntungkan.
Baca juga : Dukung Indonesia Maju, Berani Pupuk Toleransi Umat Beragama
“Inilah yang akan kami bawa atau jual dalam kaitannya dengan IPO (PalmCo). Persiapannya sudah dari 1,5 tahun lalu, mudah-mudahan tahun depan bisa IPO,” harapnya.
Menurutnya, ketahanan pangan dan energi juga tengah menjadi isu global. Karena dua sektor tersebut sangat menentukan ketahanan suatu negara ke depannya.
Apalagi saat ini krisis pangan telah terjadi, tak hanya karena faktor iklim, tetapi juga akibat perang antara Rusia dan Ukraina. Bahkan, sejumlah negara seperti India dan Thailand juga mulai membatasi ekspor komoditas pangannya.
Baca juga : Dukung Tumbuh Kembang, Morinaga Optimalkan Nutrisi Harian Anak
Karena itu, pihaknya tengah melakukan penelitian di Papua terkait pengembangan food estate dan energi, dekarbonisasi, hingga pembangunan pabrik biodiesel.
“PalmCo juga nantinya mampu menghasilkan 1,8 juta ton olein per tahun dan 433 ribu ton biodiesel per tahun,” katanya.
Dia berharap, dari olein yang dihasilkan tersebut, akan memenuhi 40 persen kebutuhan atau konsumsi minyak goreng domestik.
Baca juga : Bonus Demografi Dan Hilirisasi Modal Kita Jadi Negara Maju
“Itu yang perlu diproteksi karena kita pernah mengalami kekurangan minyak goreng. Padahal kita penghasil terbesar kelapa sawit,” katanya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya