Dark/Light Mode

Quick Count by Litbang Kompas
Anies & Muhaimin
25.23%
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58.47%
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16.30%
Ganjar & Mahfud
Waktu Update 20/02/2024, 00:17 WIB | Data Masuk 100%

Hidroponik dan Bank Sampah Pertamina, Tingkatkan Kesejahteraan Kaum Ibu di Makassar

Minggu, 6 Oktober 2019 09:21 WIB
Aktivitas hidroponik tingkatkan kesejahteraan kaum ibu di Kelurahan Tamalabba, Kecamatan Ujung Tanah, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. (Foto: Humas Pertamina)
Aktivitas hidroponik tingkatkan kesejahteraan kaum ibu di Kelurahan Tamalabba, Kecamatan Ujung Tanah, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. (Foto: Humas Pertamina)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pertamina melalui Marketing Operation Region (MOR) VII Wilayah Sulawesi, terus mengembangkan budidaya hidroponik secara berkelanjutan. Hal tersebut ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan kaum ibu di Kelurahan Tamalabba, Kecamatan Ujung Tanah, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. 

Tak hanya itu, Pertamina juga membantu pengembangan program bank sampah untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR VII, Hatim Ilwan mengatakan, program budidaya hidroponik dan bank sampah mulai dijalankan Pertamina sejak tahun 2017, dan berlanjut hingga saat ini.

Pertamina menggandeng komunitas perempuan yang tergabung dalam Kelompok Bank Sampah Hoki, karena dinilai paling aktif dan peduli terhadap masalah lingkungan.

Baca juga : Pulihkan Korban Trauma, Pertamina Bangun Sekolah Anak Percaya Diri di Makassar

"Kita rangkul para aktivitis bank sampah yang merupakan kaum ibu, untuk sama-sama menjaga lingkungan yang bersih dan sehat. Sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi keluarga. Karena, itu dua program ini dijalankan secara bersama-sama,” ujar Hatim.

Untuk pengembangan hidroponik, lanjutnya, Pertamina memberikan bantuan green house, sistem hidroponik, dan pelatihan teknis.

Masyarakat dilatih budidaya hidroponik tomat, karena lebih mudah dalam hal penanaman serta bisa diolah menjadi berbagai produk olahan.

Menurut Hatim, pada 2018, Pertamina melanjutkan memberikan bantuan untuk pengolahan hasil budidaya hidroponik, agar memiliki nilai ekonomi tinggi.

Baca juga : Bank BRI Sambut Puncak Peringatan Hari Batik Nasional

Bantuan yang diberikan berupa fasilitas dan peralatan pengolahan tomat hasil budidaya hidroponik, sehingga bisa diolah menjadi kerupuk tomat, brownis, dan saus tomat.

Selain itu, tomat juga dijadikan bahan baku pemberian makanan tambahan (PMT) bagi balita di Posyandu dalam rangka memenuhi kebutuhan gizinya.

"Budidaya hidroponik bisa dikembangkan pada lahan yang terbatas. Sehingga, diharapkan bisa menjadi mata pencaharian alternatif bagi masyarakat untuk meningkatkan pendapatan keluarga,” imbuh Hatim.

Untuk pengembangan bank sampah, Hatim menjelaskan, Pertamina memfasilitasi Kelompok Bank Sampah Hoki dengan bantuan berupa sekretariat pemilahan sampah, motor roda tiga, dan sistem pemilahan jenis sampah.

Baca juga : UU Sistem Budi Daya Pertanian Tingkatkan Peran Petani dalam Pembangunan

Masyarakat pun menjadi terbiasa menjaga lingkungan dari sampah, sehingga lingkungan menjadi lebih bersih dan sehat. Masyarakat menjadi terlatih dalam memilah sampah organik dan anorganik, sampah yang memiliki nilai ekonomi dan sampah yang bisa didaur ulang atau reuse, reduce, dan recycle (3R).

“Masyarakat juga antusias dengan aktif menjadi nasabah bank sampah. Saat ini, Pertamina memfasilitasi pengelolaan sampah anorganik melalui kerja sama Bank Sampah dengan TBBM Makassar,” terang Hatim. [HES]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.