Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Suyono, pengelola TPA Manggar mengatakan pengelolaan Program Wasteco ini dilakukan secara swadaya melibatkan komunitas masyarakat, yaitu kelompok pengelola yang betugas mengawasai distribusi gas ke masyarakat serta kelompok Bank Sampah.
“Program Bank Sampah ini kita sebut bayar sampah dengan sampah, jadi hasil dari sampah yang dijual oleh masyarakat, uangnya digunakan oleh mereka untuk membayar iuran gas masyarakat. Saat ini ada 80 nasabah yang terdaftar dan secara aktif terlibat di Bank Sampah,” ujar dia.
Baca juga : PSSI Khawatirkan Adaptasi Cuaca Panas Timnas U-17
Manfaat tersebut juga dirasakan oleh Norma Septiati, Ketua UMKM Manggar. Menurutnya, dari sisi biaya, keberadaan jaringan gas metana untuk masyarakat ini mampu memangkas biaya hingga sekitar 90 persen. “Jadi yang biasanya kami meggunakan 4 tabung gas LPG per bulan, sekarang cukup membayar Rp 10.000 saja per bulan untuk biaya gas,” kata dia.
Berdasarkan perhitungan, pengurangan penggunan gas LPG 3 kilogram atau subsidi dengan adanya pemanfaatan gas metana ini mencapai 18.240 tabung per tahun.
Baca juga : Pemprov Jateng Luncurkan Samsat Corporate, Bayar Pajak Kendaraan Jadi Mudah
Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, Hudi D Suryodipuro mengatakan, Program Wasteco merupakan bukti kontribusi positif yang bisa diberikan industri hulu migas yang berdampak langsung bagi masyarakat. Menurutnya, keberadaan industri migas tidak hanya memberikan manfaat kepada negara, tetapi juga masyarakat dan ekonomi di sekitar wilayah operasi KKKS.
“Pemanfaatan energi melalui pengelolaan sampah sudah direalisasikan dengan baik oleh teman-teman PHM dengan sinergi bersama masyarakat lokal,” kata dia.
Baca juga : Hari Sumpah Pemuda, Momentum Bangkitkan Semangat Kolaborasi Majukan Negeri
Hudi berharap, apa yang sudah dilakukan oleh KKKS PHM di TPA Manggar bisa menjadi contoh bagi daerah lain mengenai pengelolaan serta pemanfaatan sampah menjadi energi, serta memberikan dampak ekonomi yang sangat dibutuhkan masyarakat. “Mudah-mudahan hasil yang baik ini juga dapat diterapkan atau dicontoh oleh KKKS lain di wilayah operasinya maaing-masing, “ ujarnya. (*)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya