Dark/Light Mode

Pancasila Dalam Politik Luar Negeri

Senin, 23 Oktober 2023 06:06 WIB
Prof. Dr. Ermaya Suradinata
Prof. Dr. Ermaya Suradinata

RM.id  Rakyat Merdeka - Dewasa ini dunia sedang tidak baik-baik saja. Konflik antara Palestina dan Israel demikian mengerikan, menjadi konflik paling berkepanjangan dan kompleks di dunia. Belum lagi konflik Ukraina-Rusia. Ketegangan ini berawal dari aneksasi Krimea oleh Rusia dan ketidakpuasan di wilayah Donbas. Konflik ini menciptakan krisis kemanusiaan.

Tidak sampai di situ, ada juga konflik di Timur Tengah. Perang saudara di Suriah, permasa­lahan Israel-Palestina, ­perang di Yaman, dan ketegangan regio­nal antara negara-negara Arab. Rangkaikan konflik yang terus berlangsung. Karuan saja ini memiliki dampak besar di kawasan tersebut.

Baca juga : Asal Usul Alam Semesta: Air (2)

Belum lagi terjadi di belahan dunia lainnya, yakni perselisihan Laut Cina Selatan. Sejumlah negara, termasuk Tiongkok, Filipina, Vietnam, dan lainnya, bersaing untuk klaim wilayah di Laut Cina Selatan, yang merupakan jalur perdagangan penting. Perselisihan ini menciptakan ketegangan regional. Bersamaan pula mempertajam perdebatan tentang hak kedaulatan dan sumber daya alam di wilayah tersebut.

Lalu konflik di Afrika. Dalam benua Afrika ini malah ber­bagai konflik demikian beragam, termasuk konflik etnis, konflik berbasis sumber daya, dan ­perang saudara di beberapa negara. Konflik-konflik ini sering kali berkaitan dengan isu-isu sosial, ekonomi, dan politik. Selain itu krisis migran dan pengungsi di berbagai belahan dunia, seperti di Eropa, Amerika Latin, dan ­Afrika, juga menciptakan konflik dan ketegangan. Permasa­lahan ini sering kali berhu­bungan dengan konflik internal di negara asal para pengungsi.

Baca juga : Pemilu 2024: Geopolitik Indonesia Dalam Keadaan Waspada

Maka nyatalah kini bahwa situasi konflik global sangat beragam dan, kompleks. Ada berbagai permasalahan yang menciptakan ketegangan dan konflik di berbagai belahan dunia seperti tak kunjung surut. Dari semua konflik-konflik internasional itu, lantas sejauh mana peranan Indonesia dan perspketif ideologi Pancasila? Peran Indonesia dalam perdamaian dan resolusi konflik telah mencerminkan komitmen terhadap prinsip-prinsip Pancasila, seperti perdamaian, keadilan, dan kesejahteraan bersama. Pancasila menjadi pedoman moral bagi tindakan Indonesia di dunia internasional, dan negara ini ­terus berupaya untuk menciptakan perdamaian dan stabilitas global melalui diplomasi dan mediasi.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.