Dark/Light Mode

Quick Count by Litbang Kompas
Anies & Muhaimin
25.23%
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58.47%
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16.30%
Ganjar & Mahfud
Waktu Update 20/02/2024, 00:17 WIB | Data Masuk 100%

Dukung Revolusi Lokal, Menteri Teten Ajak Masyarakat Bangga Pakai Produk UMKM

Jumat, 10 November 2023 21:07 WIB
Menkop UKM Teten Masduki mendukung gerakan Revolusi Lokal, sebagai aksi nyata dari keberpihakan masyarakat terhadap perkembangan produk UMKM dalam negeri. (Foto: Dok. Kemenkop UKM)
Menkop UKM Teten Masduki mendukung gerakan Revolusi Lokal, sebagai aksi nyata dari keberpihakan masyarakat terhadap perkembangan produk UMKM dalam negeri. (Foto: Dok. Kemenkop UKM)

Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki mendukung gerakan Revolusi Lokal, sebagai aksi nyata dari keberpihakan masyarakat terhadap perkembangan produk UMKM dalam negeri, di tengah serbuan produk impor yang masuk.

RM.id  Rakyat Merdeka - Sebab Indonesia memiliki potensi pasar yang sangat besar dan berpotensi menjadi negara maju di tahun 2045.

Indonesia juga menjadi salah satu dari tiga negara G20 yang pertumbuhan ekonominya bisa mencapai kisaran di atas 5 persen di tengah gejolak situasi global.

Baca juga : Dukung UMKM Lokal, Agrinesia Raya Teken Kerja Sama Dengan Pemkab Sleman

Menurut Teten, adanya Revolusi Lokal ini, menjadi momen untuk menggerakan kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi, menggunakan, bangga menggunakan produk lokal.

“Saya turut bangga, karena gerakan Revolusi Lokal ini insiatif yang datang dari anak muda. Bukan soal gagahan nasionalisme. Tetapi kita memang punya market besar dan daya beli yang cukup baik. Justru jangan sampai ironi, banyak market tetapi justru dikuasai produk asing,” jelasnya dalam acara pembukaan Revolusi Lokal yang mengusung tema, ‘Era Baru Pahlawan UMKM Lokal,’ di Jakarta, Jumat (10/11/2023).

Diakuinya, persaingan yang semakin ketat dari produk-produk impor. Produk-produk impor, terutama dari China, memiliki harga yang lebih murah dan kualitas yang semakin baik. Hal ini membuat produk lokal menjadi kurang kompetitif.

Baca juga : Muhammadiyah Targetkan Tanam 10 Juta Batang Pohon

“Kerap terjadi juga praktik crossborder ilegal dan predatory pricing, ini ancaman serius bagi UMKM Indonesia. Salah satu langkah yang dilakukan oleh pemerintah adalah dengan membuat Permendag 31 Tahun 2023,” tegas Menteri Teten. Di mana dalam Permendag 31 Tahun 2023, terdapat beberapa pengaturan utama seperti pendefinisian marketplace dan social commerce, penetapan harga minimum sebesar 100 dolar Amerika Serikat (AS) per unit untuk barang jadi asal luar negeri yang langsung dijual oleh pedagang ke Indonesia melalui platform crossborder.

Serta disediakan positive list atau daftar barang asal luar negeri yang diperbolehkan cross border langsung.

Termasuk menetapkan syarat khusus bagi pedagang luar negeri pada loka pasar dalam negeri yaitu menyampaikan bukti legalitas usaha dari negara asal, pemenuhan standar (SNI wajib) dan halal, pencantuman label berbahasa Indonesia pada produk asal luar negeri, dan asal pengiriman barang.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.