Dark/Light Mode

Bantu Petani Bambu Flores Berkembang

CIMB Niaga Berikan Latihan Dan Bimbingan

Minggu, 12 November 2023 07:20 WIB
Direktur Compliance, Corporate Affairs and Legal CIMB Niaga Fransiska Oei (keempat dari kiri paling depan) foto bersama dengan para pengrajin bambu, anggota Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) dan Yayasan Bambu Lestari (YBL), di acara kegiatan penanaman bambu di Kabupaten Ngada, Flores, Nusa Tenggara Timur. (Foto: CIMB Niaga)
Direktur Compliance, Corporate Affairs and Legal CIMB Niaga Fransiska Oei (keempat dari kiri paling depan) foto bersama dengan para pengrajin bambu, anggota Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) dan Yayasan Bambu Lestari (YBL), di acara kegiatan penanaman bambu di Kabupaten Ngada, Flores, Nusa Tenggara Timur. (Foto: CIMB Niaga)

 Sebelumnya 
“Setiap mama-mama bambu umumnya mampu memproduksi 8.000 bibit dalam satu tahun, yang setara dengan Rp 20 juta. Uang ini akan diberikan oleh YBL melalui rekening bank,” jelasnya.

Paskalis berharap, sinergi antara CIMB Niaga, Yayasan KEHATI dan YLB ke depan semakin di­perluas. Yang tadinya pelatihan diberikan hanya kepada 12 kelompok misalnya, bisa diperluas men­jadi kelompok lebih besar lagi.

Hal senada juga disampaikan Program Officer (PO) YLB Alfred. CIMB Niaga, Yayasan KEHATI dan YLB telah melaku­kan pengembangan bambu dari hulu ke tengah. Sementara di proses hilirnya, masyarakat mulai merasakan manfaat dari pelestarian bambu.

Baca juga : PHE WMO Kembangkan Salt Center Terintegrasi

Alfred mengisahkan, dulu mama-mama bambu hanya pa­ham bagaimana memanfaatkan bambu menjadi kayu bakar saja. Namun, kini dengan kemam­puan dan pemahaman yang lebih dalam, mereka mampu mencip­takan berbagai inovasi produk. Alfred mengakui tidak mudah mengubah mindset masyarakat.

“Tetapi ini hal positif dan keber­lanjutan dari apa yang selama ini diupayakan CIMB Niaga, Yayasan KEHATI dan YLB secara bersama-sama,” ungkapnya kepada Rakyat Merdeka, Kamis (9/11).

Apa yang terjadi tersebut, kata Alfred, tidak bisa dianggap sepele. Bagaimana sebuah bantuan seke­cil apapun mampu memberikan dampak yang besar bagi orang lain. Para petani bambu, kini telah membangun jaringan kelompok dan pengembangan bibit bambu.

Baca juga : Bantu Palestina, Baznas Apresiasi Penggalangan Dana LAZ Assalaam Papua

Mama-mama bambu juga lebih cekatan dalam menganyam, dan mengolah turunan bambu. Ada pula kelompok anak muda yang tergabung dalam Komunitas Daur Bambu, turut memanfatakan lim­bah di hutan bambu menjadi segala peralatan makan dan memasak. Seperti gelas, sendok, wajan, mangkok dan lainnya, meski ma­sih dalam bentuk yang sederhana.

“Tentu hal tersebut tidak bisa instan. Semua ini masih terus berproses dan belajar untuk lebih baik,” tuturnya.

Sementara, dari sisi pemasa­ran, produk mama-mama bambu turut disalurkan melalui jaringan CIMB Niaga, Yayasan KEHATI dan YLB. Bahkan saat ini mereka juga telah bekerja sama dengan koperasi yang ada di Labuan Bajo, yaitu Koperasi Wahana Tani Bambu Lestari atau Bamboo Coop. Koperasi ini menjadi aggregator, membantu seluruh produk mama-mama bambu dan masyarakat Ngada bisa dipesan.

Baca juga : Panji Gumilang Tersangka TPPU, MUI Ingatkan Penggunaan Dana Sumbangan

Diketahui, saat ini di Ngada, ter­dapat 26 perempuan perajin bam­bu, dan menghasilkan 12 modul pelatihan. Sebanyak 51,5 persen mama-mama bambu mendapatkan peningkatan pengetahuan, dan sukses menjual 3.000 produk.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.