Dark/Light Mode

Brand Lokal d’BestO Donasikan Mobil Ambulan Untuk Warga Palestina

Rabu, 15 November 2023 16:39 WIB
Brand Lokal dBestO ikut memberikan bantuan untuk warga Palestina. (ilustrasi Istimewa)
Brand Lokal dBestO ikut memberikan bantuan untuk warga Palestina. (ilustrasi Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ritel makanan cepat saji seperti ayam goreng memang menjamur di Indonesia.

Salah satu perusahaan fried chicken lokal, d'BestO berkembang cukup luas di seluruh Indonesia.

Brand lokal d'BestO grup tersebar di sejumlah wilayah Indonesia, mulai dari Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Bandung, Padang, Jambi, Riau, Medan, Palembang, Surabaya, Makassar hingga di ujung timur Indonesia yakni Papua.

Saat ini, d’BestO group akan memberikan bantuan khusus dengan berdonasi ambulan untuk membantu saudara-saudara umat Islam di Palestina berkolaborasi dengan salah satu NGO di Indonesia.

"Perusahaan juga merencanakan program yang berkelanjutan kepada semua komponen stakeholder dengan memberikan maslahat kebaikan untuk membantu ikut serta berperan dalam misi kemanusiaan di Palestina," ujar CEO d'BestO EBM Wildan dalam keterangannya, Rabu (15/11/2023).

Selain itu, d’BestO juga akan mendonasikan 100 persen keuntungan dari Paket Sadas periode penjualan 16 Oktober 2023 - 15 November 2023 untuk membantu masyarakat Palestina.

Baca juga : Relawan Mas Bowo Gelar Lomba Karaoke Dan Bagikan Sembako Buat Warga Pandeglang

d’BestO juga mendukung kegiatan kemanusiaan seperti terlibat dalam aksi bela Palestina di Monas, Jakarta Minggu (5/11/ 2023) lalu.

Dalam agenda itu, d'BestO mendukung aksi kemanusiaan dengan memberikan 1.000 box paket untuk peserta kegiatan tersebut.

Bantuan CSR dari d’BestO merupakan bagian dari pengalaman panjang selama hampir tiga dekade terakhir mendirikan usaha makanan cepat saji.

Wildan juga menyebutkan perusahaan berkomitmen untuk dapat memberikan produk terbaik dan menjangkau seluas mungkin bagi masyarakat serta berkontribusi dalam pertumbuhan kinerja industri makanan dan minuman cepat saji di Indonesia.

Meluasnya pasar makanan cepat saji tersebut sekaligus memperlebar serapan tenaga kerja.

Hingga kini, perusahaan telah mempekerjakan ribuan karyawan untuk membantu operasional produksi.

Baca juga : Relawan Mas Gibran Gelar Senam Sehat Dan Bagikan Sembako Untuk Masyarakat Jabar

"Capaian ini merupakan kebanggaan bagi kami. Tentunya kami akan terus mengembangkan kapasitas dan kapabilitas bisnis kami untuk dapat menjadi brand makanan dan minuman cepat saji lokal kebanggaan Indonesia,” kata Wildan.

Berbeda dengan para pemain besar yang mengedepankan konsep restoran, d'BestO menyasar masyarakat di berbagai daerah dengan membuka gerai toko di tengah masyarakat.

Strategi ini cukup jitu menarik minat masyarakat untuk mengkonsumsi produk d'BestO.

"Kami ingin membuat makanan cepat saji ini lebih terjangkau dan dapat dinikmati lebih banyak kalangan, dan Alhamdulillah di terima masyarakat," ujar Wildan.

Awal Mula d'BestO

Adapun, cikal bakal d'BestO dimulai pada 1994. Duo petugas kesehatan yakni drh. Evalinda dan drh. Setyajid merintis usaha fried chicken dengan format kaki lima dengan nama Kentuku Fried Chicken.

Produk dan format yang ditawarkan KuFC ternyata cukup diminati, ditandai dengan ekspansi ke berbagai kota seperti Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Padang, Bandung, Bogor dan Tangerang.

Baca juga : Ganjar Bersama Anak-anak Beri Dukungan Untuk Palestina

Namun, perjalanannya tidak begitu mulus. Peralihan pada 1998 cukup memukul kondisi usaha KuFC, hingga mengakibatkan penutupan hampir seluruh gerai kecuali beberapa yang bertahan di Bandung.

KuFC terus berinovasi dalam industri QSR (Quick Service Restaurant) dengan segmentasi menengah.

Hasilnya dapat dilihat pada 2010 saat perusahaan memulai langkah baru dengan mengusung merek lebih modern bernama d’BestO.

"Perluasan pasar kian masif, sehingga para investor juga berbondong-bondong menjalin berbagai kerja sama," tuturnya.

Sementara itu, Advisor d'BestO EBM Purwanto Yusdarmanto menambahkan bahwa perubahan ini juga di ikuti dengan penerapan Sistem Manajemen Mutu (d’Besto Total Quality Management) yang meliputi aspek Sistem dan Sumber Daya Manusia.

"Proses sertifikasi ISO 9001:2015 di d’Besto EBM menjadi sarana untuk menumbuhkan kesadaran mutu bagi setiap karyawan d’Besto," ujar Purwanto.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.