Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Ekonom: Penurunan Harga BBM Non Subsidi Sudah Tepat
Minggu, 3 Desember 2023 21:11 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pertamina baru saja melakukan penyesuaian terhadap harga BBM non subsidinya untuk jenis Pertamax Series dan Solar non subsidinya yaitu Dexlite.
Perubahan harga ini sendiri merupakan wujud dari pelaksanaan aturan yang diterbitkan pemerintah yakni tentang formula penetapan harga sesuai Kepmen ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 tentang formulasi harga JBU atau BBM non subsidi.
Sesuai dengan aturan tersebut maka tren fluktuasi harga minyak dunia MOPS atau Argus dan mengacu pada formulasi harga sesuai Kepmen ESDM, maka perubahan berkala harga BBM non subsidi akan selalu terjadi.
Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede mengungkapkan penetapan harga BBM Non Subsidi memang merupakan diskresi dari Pertamina sebagai pelaku usaha, karena memang tidak ada subsidi yang diberikan oleh Pemerintah ke produk BBM Non Subsidi.
Baca juga : Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga LPG Non Subsidi, Berikut Daftarnya
Jadi untuk BBM Non Subsidi penetapan harganya tidak lagi diatur pemerintah dan badan usaha memang harus jalankan aturan yang dibuat pemerintah salah satunya adalah melalukan evaluasi harga BBM Non Subsidi.
"Dengan demikian, Pertamina kemungkinan hanya mempertimbangkan biaya produksi dari harga BBM tersebut dan persaingan dengan penyalur BBM non subsidi lainnya," kata Josua di Jakarta (2/12).
Lebih lanjut dia menuturkan, biaya produksi BBM Non subsidi sebagian besar dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak dunia serta nilai tukar rupiah.
Jadi semakin tinggi harga minyak mentah dan semakin lemah nilai tukar maka biaya produksi BBM akan meningkat dan sebaliknya.
Baca juga : Perburuan Juara Dunia Makin Ketat, Peco Ogah Santai
Josua menjelaskan tren terakhir, harga minyak mentah dunia mengalami penurunan (Brent akhir Oktober 7,4 dolar AS per barel vs akhir November 80.86 dolar AS per barel) dan nilai tukar rupiah cenderung menguat. (akhir Oktober Rp 15.880 vs akhir November Rp 15.505).
"Dengan demikian, biaya produksi BBM menjadi lebih rendah sehingga pelaku usaha bisa menurunkan harga BBM Non Subsidi," ungkap Josua.
Per Tanggal 1 Desember 2023, Harga Pertamax turun menjadi Rp 13.350 per liter, Pertamax Green 95 turunm enjadi Rp 14.900 per liter.
Sedangkan harga Pertamax Turbo turun menjadi Rp15.350 per liter, Dexlite menjadi Rp15.550 per liter dan Pertamina Dex menjadi Rp 16.200 per liter.
Baca juga : Pembangunan Jalan Sisi Barat IKN Sudah Capai 72 Persen
Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga (PPN) Subholding Commercial and Trading Pertamina, Irto Ginting menyatakan perubahan harga sesuai tren fluktuasi hal wajar dan boleh dilakukan oleh seluruh badan usaha sesuai regulasi yang berlaku.
“Karena fluktuasi ini, Pertamina Patra Niaga kembali melakukan penyesuaian harga jualP ertamax Series dan Dex Series. Karena trennya turun, harga jual produk BBM nonsubsidi Pertamina kembali turun berlaku Jumat (1/12/), setelah sebelumnya juga turun pada November lalu,” katanya.
Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PPN akan senantiasa menjaga harga BBM yang kompetitif dan terjangkau bagi masyarakat hingga ke pelosok negeri, tidak hanya di kota besar.
“Ini adalah wujud penyaluran dan penyediaan BBM berdasarkan prinsip Availability, Accessibility, Affordability, Acceptability dan Sustainability, bagaimana kami menetapkan harga yang kompetitif bagi masyarakat sekaligus memastikan distribusi hingga pelosok tetap dapat dilakukan dengan maksimal,” jelas Irto.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya