Dark/Light Mode

Hasil Rekapitulasi KPU
Pemilu Presiden 2024
Anies & Muhaimin
24,9%
40.971.906 suara
24,9%
40.971.906 suara
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58,6%
96.214.691 suara
58,6%
96.214.691 suara
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16,5%
27.040.878 suara
16,5%
27.040.878 suara
Ganjar & Mahfud
Sumber: KPU

Jumlah Tabungan Di Bawah Rp 1 Juta Naik 5,7 Persen, Bos LPS: Ekonomi Mulai Pulih

Selasa, 30 Januari 2024 23:15 WIB
Rupiah. (Foto: Rakyat Merdeka)
Rupiah. (Foto: Rakyat Merdeka)

RM.id  Rakyat Merdeka - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat jumlah tabungan di bawah Rp 1 juta tumbuh 5,7 persen secara tahunan pada Desember 2023.

Hal tersebut dikatakan Ketua Dewan Komisioner LPS, Purbaya Yudhi Sadewa, di Jakarta, seperti dikutip Antara, Selasa (30/1/2024).

Menurut Purbaya, pertumbuhan tabungan di bawah Rp 1 juta pada Desember 2023 tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan posisi di bulan November 2023 sebesar 2,17 persen. Perkembangan tersebut menunjukkan pemulihan ekonomi berdampak bagi masyarakat di kelas bawah, sehingga mereka dapat mulai menambah tabungan.

Baca juga : Rasio S2 S3 Terhadap Populasi Produktif Di Bawah 1 Persen, Jokowi Bilang Begini

"Ini kalau saya lihat setahun terakhir ini sudah di atas rata-rata setahun. Jadi, ada perbaikan sedikit di masyarakat yang income-nya di kelas bawah," ujarnya.

Sementara itu, untuk tabungan Rp 1 juta sampai Rp 5 juta tumbuh 4,6 persen. Tabungan Rp 50 juta sampai Rp 100 juta tumbuh agak lambat sebesar 3,4 persen.

Sedangkan tabungan di atas Rp 5 miliar mengalami tren penurunan. Pada akhir 2023, pertumbuhannya sekitar 14-15 persen, kemudian turun sampai ke posisi 3,51 persen saat ini. Purbaya menduga sebagian besar pemilik tabungan tersebut adalah korporasi.

Baca juga : Jumlah Pengguna Angkutan Umum Saat Libur Nataru Naik 16 Persen

"Dugaan kami ini sebagian besar adalah korporasi. Jadi kelihatannya apakah ini menandakan mereka tidak punya duit," ujarnya.

Ia memperkirakan, korporasi beralih memakai dana sendiri untuk ekspansi usahanya dibandingkan meminjam kredit di bank sehingga tabungan mereka mulai menurun.

"Kalau kita lihat tren pemakaian uang korporasi sepertinya sekarang mereka beralih memakai uang sendiri untuk ekspansi usahanya dibandingkan dengan pinjam di bank apalagi bank luar negeri," ujarnya.

Baca juga : Gibran Yakinkan IKN Bakal Buka Titik Pertumbuhan Ekonomi Baru

Di sisi lain, LPS memproyeksikan dana pihak ketiga (DPK) pada 2024 akan tumbuh ke kisaran 6-7 persen seiring dengan harapan melonggarnya kebijakan moneter.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.