Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pendayagunaan Rumput Laut yang Berpotensi Menjadi Sumber Energi Bioetanol
Minggu, 14 April 2024 19:42 WIB
Energi memiliki peran penting dalam kehidupan manusia karena segala aktivitas manusia membutuhkan energi. Sumber energi saat ini seperti Bahan Bakar Minyak (BBM) berasal dari minyak bumi yang semakin lama penggunaannya maka persediaannya semakin menipis dan suatu saat bisa habis. Pemanfaatan minyak bumi secara terus menerus tidak hanya membuat jumlahnya menjadi semakin berkurang, tetapi juga menimbulkan berbagai macam dampak negatif bagi makhluk hidup maupun lingkungan.
Pemanfaatan minyak bumi dalam kehidupan dapat memberikan dampak buruk bagi lingkungan yaitu polusi udara yang semakin bertambah karena pembakaran dari minyak bumi menghasilkan gas CO2. Selain itu, pembakaran minyak bumi menjadi penyumbang bertambahnya CO2 di atmosfer sehingga memicu pemanasan global.
Baca juga : Rute Penerbangan Timteng Terganggu, Kemenlu Minta WNI Tunda Pergi Ke Iran-Israel
Badan PBB yang berwenang pada perubahan iklim (IPCC, Intergovernmental Panel on Climate Change) meramalkan bahwa suhu pada permukaan bumi aakan naik 1,5o-3,5o pada tahun 2100 mendatang. Oleh sebab itu, diperlukan upaya pengadaan energi alternatif untuk mengurangi penggunaan BBM berbahan dasar minyak bumi yaitu dengan memanfaatkan BBM berbahan dasar minyak nabati yang berasal dari rumput laut.
Rumput laut atau disebut juga makroalga merupakan tanaman yang hidup di wilayah perairan Indonesia. Potensi perairan Indonesia sangat melimpah salah satunya yaitu rumput laut. Rumput laut banyak memiliki manfaat dalam berbagai bidang seperti kesehatan, kecantikan, dan dapat digunakan sebagai sumber energi. Rumput laut memiliki kandungan selulosa yang tinggi dan menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) rumput laut memiliki kandungan karbon yang bisa dijadikan sebagai sumber daya energi yang ramah lingkungan seperti gas hidrogen, biogas, bioetanol yang kemudian dapat ditingkatkan kualitasnya menjadi bahan bakar padat.
Baca juga : Pulau Seribu Disiapkan Jadi Lumbung Pangan
Bioetanol adalah etanol yang diproduksi dari bahan baku nabati atau tumbuhan yang dihasilkan melalui proses hidrolisis pati dan fermentasi glukosa yang dilanjutkan dengan proses destilasi. Rumput laut memiliki kandungan selulosa yang tinggi oleh karena itu pada proses hidrolisis sempurna, selulosa akan menghasilkan monomer selulosa yaitu glukosa. Selulosa dapat dihidrolisis menjadi glukosa dengan menggunakan media air dan dibantu dengan katalis asam atau enzim.
Hidrolisis selulosa dapat dilakukan dengan menggunakan larutan asam seperti asam sulfur (H2SO4) atau secara enzimatis menggunakan enzim selulase dari Aspergillus niger, optimasi bahan baku dengan kandungan utama selulosa merupakan faktor yang dapat meningkatkan produksi bioetanol. Bioetanol merupakan salah satu jenis biofuel (bahan bakar cair) di samping biodiesel. Namun, Efisiensi dan efektifitas proses produksi bioethanol dari rumput laut memerlukan beberapa teknik produksi agar dapat mengurangi biaya yang dikeluarkan untuk produksi dalam pemakaian medium dan energi.
Checika Ayu Pramesthi
Checikapramesthi
Checikapramesthi
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya