Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Berdasarkan Kementerian ESDM, data realisasi dan target perluasan Energi Baru Terbarukan (EBT) di Indonesia belum sesuai harapan. Pada 2023, sebanyak 13,1% yang baru direalisasikan, sedangkan targetnya sebanyak 17,9%. Berarti butuh 4,8% lagi untuk mencapai target di tahun tersebut. Mengapa hal demikian dapat terjadi?
sumber: databooks
Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) menyatakan bahwa salah satu tantangan dalam mengembangkan energi terbarukan di Indonesia adalah pendanaan. “Kami berharap pemerintah dapat membantu mengembangkan pendanaan kreatif untuk membiayai pengembangan energi terbarukan, sehingga beban kepada APBN dapat dikurangi,” ucap Ketua I METI Bobby Gafur Umar. Hal ini menjadi bukti bahwa sumber dana sebagai peran penting demi keberlangsungan inovasi energi terbarukan di Indonesia.
Pengurangan APBN dimaksudkan agar tidak terjadinya pembengkakan biaya sebagaimana EBT merupakan proyek utama di Indonesia. Oleh sebab itu, dibutuhkan sumber pendanaan baru yang lebih efisien dari sebelumnya berupa investasi hijau secara terbuka.
BLOK ETFs dan Prinsip ESG
Dalam menjawab permasalahan sumber pendanaan, BLOK ETFs dengan prinsip ESG adalah bentuk dari investasi hijau. “BLOK” ialah “Blockchain”, “ETFs” ialah “Exchange-Traded Funds”, dan “ESG” ialah “Environmental, Social, Governance”. BLOK ETFs merupakan bentuk investasi kolektif yang acuan grafiknya mengikuti suatu saham, obligasi, kripto, dan lainnya. Blockchain dalam investasi ini berperan penting sebagai desentralisasi atau mudahnya sebagai tempat pemrosesan dan penyimpanan data untuk ETFs.
BLOK ETFs dilengkapi dengan prinsip ESG sebagai regulasi atas aspek kelingkungan dalam efisiensi energi, sosial dalam keamanan investor (pemberi modal), dan tata kelola dalam manajemen emiten (perusahaan yang diberi modal). Prinsip ini sesuai dengan proyek utama Indonesia dalam pengembangan EBT.
Keberlangsungan Sumber Pendanaan Baru EBT
BLOK ETFs dengan prinsip ESG dapat menjadi terobosan baru dalam pendanaan EBT di Indonesia. Bentuk investasi hijau ini melibatkan pelaku dalam sektor terkait dan masyarakat dengan ditengahi oleh blockchain. ETFs menawarkan kemudahan, fleksibilitas, transparansi, efisiensi serta rendah biaya dan risiko dalam operasionalnya.
Selain itu, dengan adanya blockchain dalam pengoperasiannya menjadikan sistem dalam ETFs dapat bekerja tanpa adanya pihak ketiga. Oleh karena itu, segala bentuk transaksi berhubungan dengan ETFs mampu berjalan dengan aman dan data terintegrasi secara cepat di setiap jaringan.
ESG dalam bentuk investasi ini berperan penting juga sebab saling berkaitan satu sama lain. Peran prinsip ini juga sebagai regulasi bagi setiap emiten untuk indikator penilaian atas kepeduliannya terhadap tiga aspek di dalamnya.
Apabila bentuk investasi hijau ini diterapkan, maka atas kelebihan yang diberikan dapat menarik masyarakat untuk memberikan kepercayaan dan menaruhkan dananya kepada pelaku sektor tertentu. Bahkan, secara tidak langsung saling menguntungkan satu sama lain baik dari pihak masyarakat (investor) dan juga pihak pelaku sektor (emiten atau perusahaan). Dengan ramainya tren ini, APBN tidak dibebankan dan pelaku sektor EBT di Indonesia dapat mengembangkan proyeknya secara berkelanjutan.
Mekanisme Investasi Hijau
Blockchain ETFs ESG, bentuk investasi hijau yang membutuhkan lebih dari satu peran agar bisa beroperasi dengan baik. Blockchain ETFs dapat ditransaksikan (beli dan jual) di sebuah broker (fasilitator transaksi) oleh masyarakat di setiap waktu. Pada saat proses transaksi berlangsung, blockchain memproses dengan menghubungkan data ke jaringan lain untuk disimpan pada tingkat keamanan terjamin. Data juga terhubung ke berbagai pelaku sektor dalam sebuah unit ETFs sebagaimana merupakan bentuk investasi kolektif (satu unit ETFs berisikan bermacam pelaku sektor atau perusahaan). Proses transaksi selesai dan tersimpan, investor tinggal memantau pergerakan indeks (grafik) yang bergerak sesuai jumlah penawaran dan permintaan di pasar (bursa efek). Apabila investor merasa keuntungan (capital gain atau dividen) telah sesuai target dan ingin menyelesaikan investasinya, maka dapat bertransaksi (menjualnya) yang di mana peran blockchain dibutuhkan lagi di sini.
Sebelum dan sesudah transaksi ETFs, investor dapat memeriksa profil indikator ESG pada masing-masing pelaku sektor (emiten) dalam sebuah laporan (Fund Fact Sheet) agar menjadi acuan dan menaruhkan dananya tepat sesuai latar belakang untuk berinvestasi. Hal ini dapat memudahkan investor baik individu maupun institusi untuk selektif dalam pemilihan investasi hijau agar sesuai dengan proyek EBT di Indonesia.
Keunggulan dan Kelemahan
BLOK ETFs dengan prinsip ESG merupakan investasi pasif tanpa melibatkan pihak ketiga dan mereplika indeks (grafik) bentuk investasi lain sebagai acuan serta aspek keberlanjutan sebagai pendukung. Dengan kata lain, investasi hijau ini berpeluang besar memberikan hasil keuntungan yang besar dalam jangka waktu lama dan dapat digunakan oleh kalangan manapun tanpa memikirkan risiko besar sebab peran indikator ESG sejalan dengan permintaan program utama pemerintah Indonesia terhadap keberlanjutan EBT.
Di lain sisi, tentu tidak ada sebuah produk memiliki kesempurnaan secara penuh. Blockchain ETFs ESG dapat terjadinya keterlambatan pada sistem dalam pemrosesan data apabila terdapat banyak data yang masuk. Selain itu, konsep replikasi bentuk indeks (grafik) investasi lain dapat memberikan kerugian apabila indeks tersebut sedang mengalami penurunan performa. Bahkan, kelemahan dalam penilaian indikator ESG yang dapat dimanipulasi oleh emiten sebab ketidaktetapan kriteria atas aspek penilaian (tidak satu suara).
Ancaman dan Peluang
Prospek investasi hijau ini cukup menjanjikan untuk masa depan Indonesia. Namun, dapat menjanjikan apabila masyarakat (investor) Indonesia memiliki kesadaran akan keberadaan dan kebermanfaatan berinvestasi di Blockchain ETFs ESG. Minat investor Indonesia terhadap bentuk investasi ini masih kurang sehingga dapat merugikan kedua belah pihak (investor dan emiten) yang telah tercatat di pasar. Padahal, keberadaaan bentuk investasi ini sangat menguntungkan di Amerika Serikat salah satunya iShares ESG Aware MSCI.
Seiring dengan fokusnya pemerintah Indonesia dalam realisasi inovasi EBT, bentuk investasi hijau ini dapat menjadi sebuah kesempatan sebagai sumber pendanaan secara terbuka untuk pelaku sektor energi terbarukan agar proyek dalam program pemerintah Indonesia ini dapat berjalan sesuai rencana nasional. Oleh sebab itu, proyek EBT memiliki keterkaitan dengan prinsip ESG sebagai dukungan regulasi.
Terakhir dan tidak kalah pentingnya, optimalisasi dalam pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) di Indonesia tidak hanya membutuhkan inovasi sebuah produk saja, tetapi juga dibutuhkan sumber dasarnya, yaitu pendanaan. Tanpa adanya dana, maka inovasi tidak akan optimal sebagaimana tidak ada dasar untuk bertumpu. Oleh sebab itu, bentuk investasi hijau berupa BLOK ETFs berprinsip ESG dapat menjadi solusi atas permasalahan sumber pendanaan untuk sektor energi hijau dengan pertimbangan dari keunggulan, kelemahan, ancaman, dan peluang yang dapat disesuaikan oleh pemerintah, masyarakat, dan pelaku sektor terkait demi kelancaran akan pencapaian target realisasi EBT di Indonesia.
DAFTAR PUSTAKA
Rinne, J. (2023) The Performance of ESG Exchange Traded Funds. thesis.
Baca juga : Kebut Optimalisasi Lahan, Kementan Gelar Tanam Padi Perdana Di Kalteng
Taherdoost, H. (2023) ‘Smart contracts in Blockchain Technology: A critical review’, Information, 14(2), p. 117. doi:10.3390/info14020117.
Baca juga : Sosialisasi Di Belitung, KKP Pastikan Evaluasi Izin Pemanfaatan Ruang Laut
Ahdiat, A. (2024) Bauran EBT indonesia naik pada 2023, Tapi Tak Capai target: Databoks, Pusat Data Ekonomi dan Bisnis Indonesia.
Baca juga : Lionel Messi, Sudah Tak Sakti Lagi
Amanda, G. (2023) Ini Empat tantangan energi terbarukan di Indonesia, Republika Online.
Devara
Penulis
Penulis
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya