Dark/Light Mode

Salurkan Bantuan Pangan Tahap II

Bos Bulog Tenang Punya Stok 1,63 Juta Ton Beras

Sabtu, 4 Mei 2024 07:00 WIB
Salurkan Bantuan Pangan Tahap II Bos Bulog Tenang Punya Stok 1,63 Juta Ton Beras

RM.id  Rakyat Merdeka - Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) mulai menyalurkan bantuan pangan beras tahap II, untuk periode April-Juni 2024. Kegiatan ini sukses menjinakkan harga beras dan menurunkan inflasi.

Bantuan tersebut akan digelontorkan sebanyak 220 ribu ton tiap bulan, sehingga total beras yang dibutuhkan mencapai 660 ribu ton selama tiga bulan.

Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurthi menegaskan, pihaknya tidak khawatir dengan stok dalam menjalankan Program Bantuan Pangan Tahap II.

Sebab, saat ini Bulog miliki stok beras sebanyak 1,63 juta ton, baik yang berasal dari pengadaan dalam negeri maupun luar negeri. Stok ini tertinggi dalam 4 tahun terakhir.

“Dan ini sangat cukup untuk mendukung Program Bantuan Pangan dan Program SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan),” ujar Bayu di Jakarta, Jumat (3/5/2024).

Ia merinci, sampai 2 Mei 2024, pihaknya sudah melaku­kan pengadaan dalam negeri sebanyak 560 ribu ton setara gabah, atau kurang lebih 273 ribu ton setara beras.

Baca juga : Duh, Taman Di Jakarta Jadi Tempat Esek-esek

Menurut Bayu, penyerapan dalam negeri untuk pemenuhan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) masih bisa terus dilaku­kan selama Mei ini.

Ia mengaku, mampu me­nyerap sebanyak 30 ribu ton se­tara Gabah Kering Panen (GKP) dalam sehari.

Jumlah ini, kata dia, sudah jauh lebih besar dibandingkan penyerapan pada hari-hari biasa, yang di bawah 20 ribu ton GKP setiap hari.

Secara year on year, lanjut­nya, penyerapan gabah atau beras dalam negeri pada April lalu lebih tinggi selama 3 tahun terakhir, yakni mencapai 468 ribu ton setara GKP.

Bayu menjelaskan, baik dari manajemen pengadaan luar negeri, maupun usaha yang sangat intesif di daerah-daerah, pihaknya juga menjalankan program jem­put gabah beras di setiap wilayah kerja yang surplus produksi.

“Hal ini agar ada percepatan proses penyerapan hasil produk­si sehingga sekarang Bulog punya stok lebih,” katanya.

Baca juga : Awas, Jangan Terpeleset!

Ia memastikan, penyerapan dalam negeri akan terus diop­timalkan, mengingat pada Juli dan Agustus mendatang sudah masuk musim kering.

“Sekarang saja (produksi) sudah mulai turun. Dan di awal Juni hanya tinggal beberapa wilayah yang masih panen. Sekarang kami terus serap yang ada, yang penting kita punya stok dulu,” ungkapnya.

Karenanya, pengadaan be­ras melalui impor pun tetap dilakukan. Hanya saja, beras impor yang masuk ke Indonesia difokuskan ke daerah yang bu­kan sentra produksi.

“Kita ada 26 pelabuhan, ting­gal disesuaikan pengirimannya. Kami akan perhatikan, daerah-daerah yang jauh dari sentra produksi,” tegasnya.

Hingga kini, beras impor yang telah masuk ke Indonesia sebanyak 1,3 juta ton, dari total kuota impor beras yang ditugaskan Pemerintah tahun ini sebanyak 3,6 juta ton.

Dari pantauan Rakyat Merde­ka, pada Jumat (3/5/2024) pagi jajaran direksi Perum Bulog me­nyambangi dua kantor kelurahan di Jakarta, yaitu Kantor Kelura­han Pela Mampang pada pukul 09.00 WIB dan dilanjutkan ke Kantor Kelurahan Bangka di Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Kegiatan ini dilakukan untuk mengecek pe­nyaluran bantuan pangan.

Baca juga : Srikandi Indonesia Libas Gajah Putih

Lebih lanjut, ia menjelaskan, Bulog mendapat penugasan untuk menjalankan Program Bantuan Pangan Tahap I untuk periode Januari-Maret 2024 dan Tahap II untuk periode April-Juni 2024.

Ia mengungkapkan, bantuan pangan tahap II ini seharusnya dimulai pada April. Sayangnya, proses verifikasi belum kelar (di Kementerian terkait). Sehingga penyaluran bantuan pangan ini baru terealisasi di awal Mei.

“Makanya, dalam dua bulan ke depan kami akan selesaikan penyaluran bantuan pangan tahap II ini,” katanya.

Secara keseluruhan, Pemerintah mengalokasikan Program Bantuan Pangan kepada 22 juta Keluarga Penrima Manfaat (KPM), yang masing-masing KPM mendapatkan 10 kilogram beras selama 3 bulan.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.